Setali Tiga Uang Konflik Parpol: Golkar, PPP Kini Demokrat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 12:30 WIB
Foto Dikirimkan oleh Kepala Barkomstra Herzaky Mahendra Putra
Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono dan para kader (Dok. Istimewa/fotografer enggan disebut namanya)
Jakarta -

Publik saat ini disuguhi konflik internal Partai Demokrat yang panas akan kudeta hingga ancaman menggelar kongres luar biasa (KLB). Dalam catatan sejarah, perpecahan internal juga pernah melanda sejumlah partai politik, di antaranya Golkar dan PPP.

Golkar

Salah satu konflik internal Golkar yang terpanas adalah pertarungan antara Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Golkar kubu Agung Laksono. Konflik ini muncul pada 2014 ketika keduanya berbeda dukungan dalam Pilpres 2014. Ical mendukung Prabowo-Hatta, sedangkan Agung Laksono mendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

Berdasarkan catatan detikcom, berikut ini rangkaian konflik Golkar Ical vs Golkar Agung Laksono yang dimulai dari perpecahan hingga sidang pengadilan:

Pecah Dipicu Bentrok

Perpecahan ini menyala ketika massa AMPG yang dipimpin Yorrys Raweyai terlibat bentrok dengan massa berseragam AMPG di DPP Golkar pada 25 November 2014.

Massa AMPG yang dipimpin Yorrys sebelumnya membuat rusuh di rapat pleno DPP Golkar sehari sebelumnya.

Bentrokan ini terjadi saat persiapan rapat pleno di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta. Rapat pleno ini sangat krusial karena mengagendakan persiapan Munas Golkar yang akan digelar 30 November 2014. Golkar pun pecah.

Saling Gelar Munas

Kondisi pun semakin panas ketika kedua kubu sama-sama menggelar Musyawarah Nasional IX versi masing-masing.

Ada kubu Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono dan kubu Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Kubu Ical menggelar Munas di Bali pada 30 November sampai 4 Desember 2014. Sedangkan kubu Agung Laksono menggelar Munas di Riau pada 8 Desember 2014.

Keduanya sama-sama menang berdasarkan versi Munas masing-masing. Agung Laksono terpilih menjadi Ketum Golkar dalam voting. Sedangkan Ical terpilih secara aklamasi menjadi Ketum Golkar juga.

Namun SK Menkum HAM berada di tangan kubu Agung Laksono. Perpecahan semakin sengit hingga kedua kubu bertarung di pengadilan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3