Polda Metro-Kementerian ATR Gelar Rakor, Bahas soal Mafia Tanah

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 10:56 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan tujuan rapat koordinasi dengan Kementerian ATR untuk meningkatkan kerja sama memberantas mafia tanah, Rabu (3/3/2021).
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan tujuan rapat koordinasi dengan Kementerian ATR untuk meningkatkan kerja sama memberantas mafia tanah. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN). Rapat koordinasi digelar untuk meningkatkan kerja sama dalam memberantas mafia tanah.

"Kami melaksanakan rapat koordinasi teknis penyidikan untuk menghadapi kasus-kasus terkait dengan mafia tanah. Tujuannya untuk membangun koordinasi, memperkuat kolaborasi dalam rangka memberantas mafia tanah," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Rapat koordinasi ini digelar di Gedung Promoter Polda Metro Jaya dan dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran serta jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang membidangi fungsi penyidikan di Subdit Harta dan Benda (Harda) serta Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah Kementerian ATR/BPN Raden Bagus Agus Widjayanto.

Fadil memastikan rapat koordinasi juga menjadi bentuk komitmen pihaknya dalam membela warga pemilik tanah yang sah yang masih kerap dirugikan mafia tanah.

"Kami ingin membela pemilik tanah yang sah. Setelah rakor ini satgas akan bekerja berdasarkan target-target hasil rapat koordinasi ini untuk bisa kita tuntaskan bersama," terang Fadil.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah Kementerian ATR/BPN Raden Bagus Agus Widjayanto menambahkan pihaknya telah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dalam memberantas mafia tanah sejak 2018. Dalam rentang tahun tersebut, ada 180 kasus yang telah ditangani.

"Ada yang sudah maju ke pengadilan, sudah P21, ada yang sudah penetapan tersangka, dan tindak lanjut dari apa yang kita laksanakan bersama Polda, hasilnya itu menjadi bahan bagi kita untuk tindak lanjut dalam administrasi pertanahan," ujar Agus.

Kasus mafia tanah beberapa waktu terakhir menjadi sorotan publik. Salah satunya lewat pengungkapan kasus mafia tanah yang menyasar rumah keluarga mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Keluarga Dino Patti Djalal diketahui membuat tiga laporan polisi terkait mafia tanah tersebut sejak 2019 hingga 2021. Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 15 tersangka dari tiga laporan tersebut.

Simak video 'Akal Bulus Mafia Tanah Rebut Sertifikat':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mei)