Round-Up

4 Fakta Bos Ditangkap Usai Lecehkan 2 Karyawati di Jakarta Utara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 07:52 WIB
Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi (tengah). Foto: Rachmat Fathan/detikcom
Foto: Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi (tengah). Foto: Rachmat Fathan/detikcom
Jakarta -

Seorang bos di sebuah perusahaan di Jakarta Utara (Jakut) berinisial JH (47) ditangkap usai melakukan pelecehan seksual kepada dua karyawatinya yang berinisial DF (25) dan ESF (22). JH mengaku tindakannya itu merupakan proses ritual sembahyang.

Tindakan JH itu dilakukan pada September 2020 lalu. Korbannya adalah DF. Pelaku melakukan aksi bejatnya itu saat perusahaan sedang sepi.

"Pelaku melakukan perbuatannya saat korban sedang sendirian. Selama korban masih bekerja di TKP, korban tidak pernah berani melaporkan perbuatan pelaku dengan alasan takut," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (2/3/2021).

Selan satu bulan, pelaku kembali melakukan pelecehan terhadap karyawatinya. Pada Oktober 2020, JH melakukan aksi bejatnya terhadap ESF.

Kedua korban sempat merasa malu dan khawatir kesulitan mendapatkan pekerjaan jika melaporkan kasus pelecehan yang dialami. Namun akhirnya kedua pelaku membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (8/2).

Polisi yang menerima laporan tersebut bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pelaku pun ditangkap pada Jumat (26/2). Saat itu pelaku ditangkap saat berada di kantornya di daerah Jakarta Utara. Berikut fakta-faktanya:

Mengaku Sebagai Peramal

Setelah ditangkap, pelaku JH kemudian digelandang ke Polres untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, pelaku telah mengakui perbuatan mesumnya kepada dua korban tersebut.

Hasil pemeriksaan polisi, modus JH melakukan tindakan pelecehan seksual dengan mengaku sebagai peramal.

"Tersangka mengaku sebagai peramal atau orang pintar yang bisa meramal nasib orang dan rezeki seseorang," ujar Nasriadi di Mapolres Metro Jakut, Selasa (2/3/2021).

Kedua korban berposisi sebagai sekretaris di perusahaan yang dipimpin pelaku. ESF dan DF memutuskan berhenti bekerja di perusahaan tersebut pada Oktober 2020. Setelah itu, mereka melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Utara pada Senin (8/2).

Barang bukti yang diamankan berupa rekaman video tindakan pelecehan dan pakaian korban. JH pun dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Pelaku Bawa Senjata Tajam saat Berkantor

Nasriadi mengatakan DF dan EFS tidak berani melawan saat pelaku melakukan perbuatan mesumnya. Sebab, JH selalu membawa senjata tajam.

"Korban ini tidak berani melawan karena tersangka sering membawa senjata tajam di pinggangnya. Takut menjadi korban pembunuhan, akhirnya pasrah," ujar Nasriadi.

Nasriadi mengatakan JH juga mengaku sebagai orang pintar dan peramal kepada kedua korban. JH bahkan sempat mengajak korbannya mandi bersama dengan tujuan membuka aura.

"Mereka diajak mandi bareng, artinya untuk membuka aura atau untuk membuka hal-hal positif di tubuhnya, kemudian ditolak oleh kedua korban ini," ucapnya.

Simak juga 'Lecehkan Wanita yang Sedang Tidur, Pria di Mamuju Dibui':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2