Menantu Nurhadi Dituntut 11 Tahun Bui di Kasus Suap-Gratifikasi

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 22:28 WIB
Sidang Nurhadi
Sidang Nurhadi (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Rezky diyakini jaksa membantu Nurhadi menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 83 miliar terkait penanganan perkara dalam kurun 2012-1016.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar jaksa KPK, Lie Putra Setiawan, saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2021).

Rezky bersama Nurhadi disebut jaksa melanggar Pasal 12 huruf a dan 12B atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 dan 65 ayat 1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan, dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan," ucap jaksa.

Jaksa meyakini penerimaan suap Nurhadi itu melalui Rezky Herbiyono. Menurut jaksa, strategi yang digunakan Nurhadi untuk menutupi perbuatannya itu dengan memerintahkan Rezky mendirikan perusahaan.

"Hal ini dapat terlihat dimana terdakwa 1 dan terdakwa 2 menciptakan suatu struktur keuangan, dan perusahaan yang tidak terlihat di dalam perusahaan, dan struktur keuangan yang memiliki kontrol yang besar atas perusahaan, dengan ini sudah merambat ke semua aspek dari legislatif, eksekutif, dan yudikatif," ucap jaksa.

Jaksa menyebut Nurhadi menerima suap Rp 45 miliar untuk membantu Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hendra dalam mengurus perkara. Uang suap itu, kata jaksa, diberikan oleh Hiendra dan diberikan ke Nurhadi melalui Rezky.

"Terdakwa telah menerima uang senilai Rp 45.726.955.000, bahwa pemberian itu adalah suatu kehendak, yaitu harapan saksi Hiendra Soenjoto agar terdakwa 1 dan terdakwa 2 membantu mengurusi perkara PT MIT vs PT KBN, dan permintaan tersebut dikehendaki oleh terdakwa 1 dan terdakwa 2, oleh karena itu dakwaan ke satu terbukti menurut hukum," kata jaksa.

Lebih lanjut, Nurhadi dan Rezky juga terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 37,2 miliar. Uang gratifikasi ini diberikan oleh 5 orang dari perkara berbeda.

"Terdakwa 1 dan terdakwa 2 menerima uang berupa gratifikasi dari orang orang yang berperkara di pengadilan diantaranya dari 2012 sampai 2016 diantaranya dari Handoko Sutjitro, Renny Susetyo Wardani, Donny Gunawan, Freddy Setiawan, dan Riadi Waluyo yang diterima dengan menggunakan rekening atas nama Rezky Herbiyono, Calvin Pratama, Soepriyo Waskito Adi, Yoga Dwi Hartiar, dan Rahmat Santoso yang seluruhnya berjumlah Rp 37.287.000.000 (miliar)," ujar jaksa.

Dalam kasus ini, Nurhadi juga dituntut oleh jaksa. Nurhadi dituntut 12 tahun penjara dengan jumlah denda yang sama dengan Rezky.

Nurhadi dan Rezky juga dituntut jaksa mengganti uang negara senilai Rp 83.013.955.000. Jaksa meminta Nurhadi dan Rezky mengembalikan uang negara ini sekitar 1 bulan setelah putusan hakim inkrah.

(zap/knv)