KPK Sempat Geledah Ruangan Kadis Rudy Djamaluddin Saat di Dinas PUTR Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 17:05 WIB
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (Ibnu Munsir/detikcom)
Kadis PUTR Sulsel yang juga mantan Pj Walkot Makassar, Rudy Djamaluddin. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel, setelah 6 jam lamanya. Ternyata salah satu ruangan yang digeledah ialah ruangan Kadis PUTR Pemprov Sulsel Rudy Djamlauddin.

"Iya masuk (KPK menggeledah ruangan Rudy Djamaluddin)," kata anggota Satpol PP yang bertugas di Kantor Dinas PUTR Pemprov Sulsel, Muhlis, kepada detikcom, Selasa (2/3/2021).

Muhlis tengah bertugas menjaga Kantor Dinas PUTR Sulsel saat tim KPK datang menggeledah. Dia mengungkapkan, tim KPK datang sekitar pukul 10.00 Wita pagi tadi. Mereka datang dan langsung menuju Gedung Utama Kantor Dinas PUTR Pemprov Sulsel. Tapi karena pintu gedung utama digembok, Tim KPK lantas melapor ke Pos Penjagaan.

Tim KPK geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel.Tim KPK membawa 3 koper setelah menggeledah Kantor Dinas PUTR Sulsel. (Hermawan/detikcom)

Selanjutnya, kata Muhlis, Tim KPK diantar masuk ke gedung utama oleh anggota Satpol PP. Tim KPK saat itu disebut langsung menuju ruangan Sekdis PUTR Pemprov Sulsel Edy Rahmat yang telah ditangkap KPK.

"Saya sempat kawal masuk. Ruangan yang pertama dituju ruangan Sekdis. Setelah itu dipanggil stafnya, yang bawa kunci juga (kunci ruangan Sekdis)," tutur Muhlis.

Tim KPK geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel.Polisi melakukan pengamanan saat tim KPK menggeledah Kantor Dinas PUTR Sulsel. (Hermawan/detikcom)

Menurut Muhlis, Tim KPK memang langsung berfokus menggeledah ruangan Sekdis. Setelah itu, giliran ruangan Rudy Djamaluddin yang digeledah KPK. Jarak ruangan Sekdis dan ruangan mantan Pj Walkot Makassar itu cukup dekat.

"Dekat, sekitar 15 meter lah, ruangannya ada di antaranya lorong, dia lorong di tengah (antara ruangan Sekdis dan Kadis)," kata Muhlis.

Sebelumnya, Tim KPK mendatangi Kantor Dinas PUTR Pemprov Sulsel di Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Sabtu (27/2) dini hari, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Sekdis PUTR. Namun Tim KPK saat itu hanya sebatas melakukan penyegelan setelah tak menemukan kunci ruangan Kadis dan Sekdis PUTR Pemprov Sulsel.

"Itu malam (Sabtu 27/2) tidak ada ruangan digeledah (hanya disegel) karena stafnya yang pegang kunci. Seandainya ada kunci, dia kan sempat minta kunci, tapi kita bilang tidak ada," katanya.

Untuk diketahui, KPK mulai menggeledah Kantor Dinas PUTR Sulsel terkait OTT terhadap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah dan Sekdis PUTR Edy Rahmat. Tim KPK kemudian meninggalkan kantor tersebut pada sekitar pukul 15.45 Wita atau setelah 6 jam menggeledah kantor tersebut.

KPK sebelumnya telah menetapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Nurdin Abdullah jadi tersangka terkait dugaan kasus proyek wisata.

"Berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara, atau para pihak yang mewakilinya terkait dengan pengadaan barang jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2).

(hmw/nvl)