Kejati Bali Periksa 11 Saksi Terkait Dugaan Korupsi di Buleleng dan Tabanan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 13:57 WIB
Kasi Penerangan Kejati Bali A Luga Harlianto
Kepala Seksi Penegakan Hukum Kejati Bali, A Luga Harlianto (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali memeriksa 8 saksi dalam dugaan korupsi penyimpangan dalam pemberian kredit tidak benar di Lembaga Perkreditan Desa Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali. Pemeriksaan saksi ini dilakukan setelah Kejati Bali menetapkan tiga tersangka dalam perkara tersebut.

"Para saksi ini sebelumnya telah dimintai keterangan pada saat penyidikan umum dan kembali diperiksa untuk memberikan keterangan kepada masing-masing tersangka," kata Kepala Seksi Penegakan Hukum Kejati Bali A Luga Harlianto dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, delapan saksi yang dimintai keterangan berasal dari pihak Lembaga Perkreditan Desa Gerogak, Buleleng. Mereka adalah Ketua LPD yang baru dan pengawas serta pegawai lainnya.

Pemeriksaan terhadap 8 saksi tersebut dilakukan pada Senin (1/3) kemarin. Rencananya, total ada 16 saksi yang akan dimintai keterangan terkait perkara ini.

"Pemeriksaan dilakukan oleh 3 orang jaksa penyidik yang mendatangi langsung ke Kabupaten Buleleng dan kurang-lebih total jumlah 16 orang yang akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk masing-masing tersangka," jelasnya.

Selain itu, Kejati Bali memeriksa saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap aset negara berupa tanah Kantor Kejaksaan Negeri Tabanan. Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan di Kantor Kejati Bali.

"Adapun saksi yang dilakukan pemeriksaan yaitu tiga orang yang berasal dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemeriksaan tiga orang saksi untuk enam orang tersangka dalam dua berkas perkara berjalan dengan lancar," jelas Luga.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali selama Februari 2021 telah menetapkan sembilan tersangka dari dua kasus dugaan korupsi. Dua kasus korupsi ini dilaksanakan sebanyak lima penyidikan.

"Pada bulan Februari 2021 ini Kejaksaan Tinggi Bali telah menetapkan sembilan orang tersangka dalam dua kasus korupsi. Adapun dua kasus korupsi ini dilaksanakan dalam lima penyidikan," kata Kasi Penkum Kejati Bali, A Luga Harlianto, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (26/2/2021).

Kasus pertama ialah perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemberian kredit tidak benar yang dilakukan oleh pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Gerogak, Buleleng, pada 2008-2015.

Kemudian perkara yang kedua adalah tindak pidana korupsi terhadap aset negara berupa tanah kantor Kejaksaan Negeri Tabanan. Aset berupa tanah kantor tersebut diperoleh dengan status hak pakai dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali kepada Kejaksaan Agung, tepatnya Kejaksaan Tinggi Bali.

Tanah itu digunakan sebagai kantor dan rumah dinas Kejaksaan Negeri Tabanan sejak 1974. Tanah tersebut milik negara sejak Desember 1968, tapi telah dibangun kantor dan rumah dinas.

Simak video 'Syarat Vaksinasi Drive-Thru di Grab Vaccine Center Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)