Kejari Buleleng Dalami Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 11:46 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Buleleng -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng telah menahan 8 oknum di Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata. Kejari kini tengah melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi.

"Sekarang pendalaman penyidikan saksi-saksi, hari ini pun saksi-saksi yang terkait sudah diperiksa," kata Kepala Seksi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Jayalantara, saat dihubungi detikcom, Kamis (18/2/2021).

Di samping itu, Kejari Buleleng hari ini menerima pengembalian uang dari beberapa orang. Total uang yang sudah diamankan sebesar Rp 502.960.900. Pengembalian dana itu berasal dari rekanan, orang-orang dinas, PPTK, hingga tersangka.

Jayalantara menjelaskan kasus korupsi ini diketahui setelah ada pihak yang mengawal dana PEN turun ke daerah. Dana PEN ini dibagi menjadi dua, yakni sebanyak 70 persen diperuntukkan bagi pelaku atau pengusaha pariwisata, sedangkan 30 persen sisanya dikelola oleh pemerintah setempat, yakni Dispar Buleleng.

Guna mengawal dana PEN tersebut, Kejari Buleleng meminta laporan pertanggungjawaban kepada Dispar Buleleng. Kejari Buleleng juga melakukan sampling dalam pengawasan dana PEN tersebut.

Dari hasil sampling, ditemukan bahwa dana 70 persen yang diperuntukkan bagi pengusaha pariwisata tidak ada masalah. Namun dana 30 persen yang dikelola oleh Dispar tersebut ditemukan adanya SPJ yang tidak sesuai.

"Kita sampling kegiatan yang di-handle oleh Dispar. Ternyata dari sampling itu ditemukan adanya pembuatan SPJ yang berlebih dari seharusnya. Dari sanalah dilakukan penyelidikan, akhirnya disimpulkan oleh penyelidik untuk dinaikkan ke penyidikan umum. Di penyidikan umum disimpulkanlah penetapan tersangka-tersangka delapan orang," kata dia.

Simak berita selengkapnya