Round-Up

6 Kabar Terbaru Mengemuka soal Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 07:18 WIB
Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
Foto: Ilustrasi garis polisi (Grandyos Zafna/detikcom)
Medan -

Dua wanita ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan di dua lokasi berbeda di Sumatera Utara (Sumut). Peristiwa yang terjadi pada hari yang sama tersebut tentu membuat masyarakat geger.

Penemuan mayat itu terjadi pada Senin (22/2). Satu jenazah ditemukan di wilayah Medan dan satu jenazah lagi di Serdang Bedagai.

Peristiwa pertama, seorang wanita tanpa identitas ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan di Kabupaten Serdang Bedagai sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Pasiran Simpang Tiga Perbaungan.

Tim Inafis Polrestabes Medan memeriksa dan menemukan luka lebam di kedua pergelangan tangan korban. Setelah itu, mayat dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

Peristiwa kedua, sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan petugas P3SU Kecamatan Medan Barat tergeletak di pinggir Jalan Budi Kemasyarakatan, Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan, Medan Barat, pada Senin (22/2) sekitar pukul 05.30 WIB.

Berikut fakta-fakta pembunuhan kedua wanita tersebut:

Oknum Anggota Polres Belawan Ditangkap

Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya ditangkap seorang oknum anggota polisi. Polisi berpangkat bintara, Aipda RS, yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan diduga sebagai pelaku pembunuhan kedua wanita tersebut.

"Jadi, kemarin tanggal 24 Februari kita sudah mengidentifikasi pelaku dan langsung kita kejar dan syukur sudah kita amankan. Beliau memang seorang oknum anggota polisi," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

"Perihal kasusnya, dia adalah pelaku kasus pembunuhan dua wanita yang satu di Glugur (Medan), satunya lagi yang ditemukan di Serdang Bedagai," tambahnya.

Satu Korban PHL di Polres Belawan

Aipda RS ditangkap karena diduga membunuh dua wanita yang ditemukan di 2 lokasi. Polisi menyebut salah satu korban merupakan pegawai harian lepas (PHL) di Polres Pelabuhan Belawan.

"Korban itu kan pegawai harian lepas di Polres Belawan. (Korban yang ditemukan) yang di Sergai (Serdang Bedagai)," kata AKBP MP Nainggolan, saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/2/2021).

Nainggolan menjelaskan antara pelaku dan korban tidak mempunyai hubungan spesial. Antara pelaku dan korban tidak mempunyai hubungan spesial.

Simak video 'Oknum Polisi Tembak TNI di Kafe RM, Pomdam Jaya Akan Kawal Penyidikan':

[Gambas:Video 20detik]



Motif Diduga Sakit Hati

Pembunuhan itu diduga karena sakit hati. Pelaku diduga tersinggung dan sakit hati karena pertanyaan yang dilontarkan korban.

"Ketika korban menanyakan perihal titipannya bersama seorang wanita temannya kepada tersangka, terjadi ketersinggungan hingga membuat oknum tersebut sakit hati," ujar AKBP MP Nainggolan, saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/2).

Pelaku diduga tersinggung dan sakit hati karena pertanyaan yang dilontarkan korban.

"Ketika korban menanyakan perihal titipannya bersama seorang wanita temannya kepada tersangka, terjadi ketersinggungan hingga membuat oknum tersebut sakit hati," ujar Nainggolan.

Dibunuh di Hotel dan Dibuang di Lokasi Berbeda

Polisi masih mengusut dugaan kasus pembunuhan dua wanita oleh oknum polisi di Sumut. Polisi menyebut korban diduga dibunuh dengan cara dicekik di hotel.

"(Dibunuh dengan cara) dicekik," kata AKBP MP Nainggolan ketika dimintai konfirmasi, Senin (1/3).

Nainggolan menyebutkan, sebelum dibunuh, korban diajak terlebih dahulu ke salah satu hotel di Medan oleh pelaku. Sesampai di hotel, pelaku lalu menghabisi nyawa kedua korban.

"Ya (diajak ke hotel)," sebut Nainggolan.

Setelah kedua korban tewas, pelaku lalu membuang korban ke dua lokasi terpisah. Korban dibuang menggunakan mobil milik pelaku.

"Pakai mobilnya (dibuang ke dua lokasi terpisah)," sebut Nainggolan.

Sakit Hati Atas Pertanyaan Titipan Sabun

Aipda RS membunuh dua wanita di sebuah hotel di Sumut. Pelaku mengajak korban membahas persoalan titipan tersebut hingga akhirnya terjadi pembunuhan di sebuah hotel.

"Janji lah mau ketemu. Setelah ketemu diajak si laki ini. 'Di sana ajalah kita, ayoklah di sana aja kita bicara' kata si pelaku. Dia kan datang dengan bawa teman, si perempuan itu. Rupanya dia (pelaku) bawa ke hotel. Makanya, masuklah mereka ke hotel, di sanalah terjadi pembantaian itu," sebut Nainggolan.

Nainggolan menjelaskan alasan tersangka menghabisi kedua korban. Menurutnya ketika korban menyampaikan soal titipan kepada tahanan di sel Mapolres Belawan itu, tersangka merasa tersinggung dan sakit hati.

"Titipannya itu sabun, odol, dan handuk. Saat ditanyakanlah terjadi ketersinggungan. Dan pelaku sakit hati," ujarnya.

Disangkakan Pembunuhan Berencana

Aipda RS, oknum polisi menjadi tersangka pembunuhan dua wanita. RS dijerat pasal pembunuhan berencana yang diatur dalam Pasal 340 KUHP.

"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340 jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata AKBP MP Nainggolan saat dimintai konfirmasi, Senin (1/3).

Polda Sumut menyatakan profesional dalam menangani kasus pembunuhan terhadap dua wanita muda yang diketahui berinisial RF dan AC. Kapolda Sumut meminta kasus ini diproses secara transparan.

Nainggolan juga menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku membunuh kedua korban karena sakit hati. Hal itu berawal dari pertemuan pelaku dengan korban RF.

Saat itu, RF meminta tersangka menyampaikan titipan kepada tahanan di sel Mapolres Belawan. Beberapa waktu kemudian, RF bersama AC mendatangi tersangka menanyakan soal titipan itu yang kemudian membuat pelaku tersinggung.

"Saat ditanyakanlah terjadi ketersinggungan. Dan pelaku sakit hati," ujarnya.

(jbr/idh)