Bandar Sabu Sumsel yang Ditembak Mati karena Bacok Polisi juga Residivis

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 17:42 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Ilustrasi sabu (Mindra Purnomo/detikcom)
Muara Enim -

Polisi menembak mati seorang bandar narkoba, Jojon, di Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel). Sebelum ditembak karena melawan petugas, bandar narkoba tersebut sempat melukai tiga orang polisi.

"Selain Bripka Sudarsih, ada dua lagi anggota kita terluka lantaran mendapat perlawanan dari tersangka Jojon, jadi totalnya ada tiga. Karena bandar narkoba ini membahayakan nyawa petugas tersangka pun ditindak tegas. Tersangka meninggal dunia karena pendarahan saat menjalani perawatan di Puskesmas Sukarami," kata Kasat Narkoba Polres Muara Enim, Iptu Rahmad Aji Prabowo, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (1/3/2021).

Ketiga anggota Polri yang terluka akibat perlawanan tersangka Jojon yakni Bripka Sudarsih, Aipda Jauhari, dan Briptu Ferian Agus. Semuanya terlibat langsung dalam aksi penangkapan terhadap tersangka Jojon.

"Untuk Bripka Sudarsih mengalami luka bacok di kepala saat menerima perlawanan tersangka Jojon ketika akan diamankan. Sedangkan untuk Aipda Jauhari dan Briptu mengalami sejumlah luka ringan saat akan menyelamatkan Bripka Sudarsih dan menangkap tersangka," jelas Aji.

Dari penangkapan tersebut, sambung Aji, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 25 paket sabu siap pakai, 2 butir ekstasi, 1 timbangan digital, dan 1 bilah parang yang digunakan tersangka membacok Bripka Sudarsih.

"Beberapa barang bukti sudah kita amankan, residivis pencurian ini dikenal sangat meresahkan masyarakat. Bahkan di tahun 2010 ia juga terlibat kasus penyerangan petugas dan menjalani proses hukum," bebernya.

Sebelumnya, polisi menangkap dan menembak mati seorang bandar narkoba, Jojon, di Muara Enim, Sumsel. Saat akan ditangkap tersangka melawan dan membacok seorang anggota Polri.

"Tersangka saat akan ditangkap membacok kepala anggota kita. Terpaksa ditindak tegas dan terukur, tersangka meninggal dunia saat akan menjalani perawatan medis," kata Kapolres Muara Enim, AKBP Danny Sianipar.

Kejadian itu berawal dari laporan masyarakat soal adanya transaksi narkoba di kediaman tersangka Jojon, di Desa Sukadana, Sungai Rotan, Muara Enim beberapa waktu lalu.

Pada Sabtu (27/2) sekitar pukul 16.35 WIB pihaknya menggerebek rumah tersangka. Tersangka Jojon yang sedang bersama 2 orang rekan duduk di rumahnya langsung kabur begitu tahu ada polisi datang.

Keduanya lalu melawan menggunakan parang saat hendak diamankan. Seorang anggota polisi terluka kepalanya terkena sabetan parang. Pelaku juga meneriaki petugas dengan sebutan rampok.

Tonton juga Video: Bandar Sabu Ditembak dalam Mobil di Sulawesi Selatan

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)