Diungkit Jhoni Allen, Begini Cerita SBY Gantikan Anas Urbaningrum Jadi Ketum PD

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 13:04 WIB
Jakarta -

Jhoni Allen Marbun menuding Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah terlibat kudeta ketum Anas Urbaningrum. Tudingan ini dilontarkan Jhoni usai dia dipecat PD karena dituduh ikut rencana kudeta Agus Harimurti Yudhoyono.

Berdasarkan pemberitaan detikcom pada 2013, semua bermula ketika ketum PD saat itu, Anas Urbaningrum, ditetapkan sebagai tersangka korupsi terkait kasus proyek Hambalang pada 22 Februari. Anas menyatakan dirinya berhenti sebagai Ketum PD, bukan mundur. Anas ingin fokus pada kasus hukumnya.

"Standarnya dulu kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat," kata Anas, di DPP Partai Demokrat, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Walaupun begitu, surat perintah penyidikan (sprindik) kasus Anas Urbaningrum sudah beredar luas seminggu sebelum penetapan tersangka ini.

Majelis Tinggi Partai Demokrat juga sudah berencana mengambil alih roda organisasi untuk menyelamatkan partai. SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi akan menjadi komandonya.

"Ketua Majelis Tinggi bertugas berwenang dan bertanggung jawab untuk memimpin penyelamatan dan konsolidasi partai," kata SBY di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013).

Menurut SBY saat itu, segala keputusan kebijakan dan tindakan partai akan ditentukan dan dikendalikan langsung oleh Majelis Tinggi. SBY akan mengeluarkan langsung keputusan-keputusan penting partai.

Fraksi di DPR, DPD dan DPC di seluruh Indonesia juga di bawah komando Majelis Tinggi. Mereka juga akan bertanggung jawab langsung kepada Majelis Tinggi.

"Majelis Tinggi melakukan penataan organisasi partai untuk meningkatkan kredibilitas partai," tegas SBY.

Ada sembilan anggota Majelis Tinggi Demokrat ketika itu, yakni SBY sebagai Ketua, Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, Sekretaris Dewan Pembina Jero Wacik, Sekretaris Dewan Kehormatan TB Silalahi, Ketua Umum DPP Anas Urbaningrum, dua Wakil Ketua Umum DPP Max Sopacua dan Jhonny Alen, Sekretaris Jenderal DPP Edhi Baskoro Yudhoyono, dan Direktur Eksekutif DPP Toto Riyanto.

Gerakan penyelamatan PD ini sempat dituding sebagai gerakan pembersihan loyalis Anas. Namun, Wakil Ketua Majelis Tinggi PD kala itu, Marzuki Alie menegaskan tidak ada pembersihan loyalis Anas.

"Saya tidak melihatnya, karena itu keputusan terbaik dari formatur di sana sudah pertimbangkan dari segala aspek. Pak SBY juga yang memutuskannya," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Hanya berselang sebulan lebih setelah Anas berhenti, kongres luar biasa (KLB) PD digelar. Melalui KLB di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, pada 30 Maret 2013, SBY secara aklamasi didaulat menjadi nakhoda baru partai itu selama dua tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2