Anas Bantah Masuk Partai Demokrat untuk Cari Selamat

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 17:26 WIB
Jakarta - Meninggalkan KPU di tengah sorotan publik jelas menimbulkan tanda tanya. Tak terkecuali munculnya berbagai kecurigaan untuk mencari selamat, setelah satu persatu anggota KPU diperiksa KPK.Namun Anas Urbaningrum membantah mundur dari KPU dan memilih menjadi Ketua Bidang Politik Partai Demokrat sebagai upaya mencari selamat. "Yang namanya selamat atau tidak selamat itu tidak ditentukan di mana seseorang bertugas. Tempat tugas tidak relevan dengan penyelamatan diri," kata anggota KPU Anas Urbaningrum dalam jumpa pers pengunduran diri di kantor KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2005). Anas didampingi oleh Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti dan anggota KPU Valina Singka Subekti.Selain itu, kata Anas, menjadi hak partai untuk mengambil orang lain dari bermacam-macam latar belakang.Dirinya mengaku sudah lama mendapat tawaran masuk partai. Keputusan masuk Partai Demokrat (PD), sebenarnya merupakan cerita yang panjang. "Di mulai menjelang tahun 1999, dari formatur setelah ketua umum terpilih, kemudian dari kader-kader PD sudah lama," imbuh mantan Ketua HMI ini.Terhadap pilihan jatuh ke PD, tidak ke partai lain termasuk PBB yang pernah menawarinya untuk menjadi Sekjen PBB, Anas menyatakan tidak baik menyampaikan alasan tersebut di KPU. "Nanti saya bisa dimarahi ketua sosialisasi pemilu," katanya. Hanya, sewaktu ditawari menjadi sekjen PBB, ia merasa waktu itu kurang elok terlebih situasi KPU yang tidak mungkin ditinggal. "Sekarang ini saya sudah ngomong ke semua anggota KPU dan semua anggota sudah mendukung," ujar Anas.Pengunduran diri Anas dari keanggotaannya di KPU secara resmi disampikan kepada Presiden hari ini, dengan tembusan kepada ketua DPR, dan ketua Komisi II DPR. Alasan mundur berdasarkan UU nomor 12 tahun 2003 pasal 20 ayat 1 huruf e yang menyatakan bahwa anggota KPU berhenti antarwaktu karena tidak lagi memenuhi syarat sebaga anggota KPU. Sedangkan pasal 18 huruf i menyebutkan bahwa syarat menjadi anggota KPU adalah tidak menjadi anggota ataupun pengurus partai politik. Anas yang sudah menjabat menjadi anggota KPU 4 tahun 2 bulan ini , dalam konferensi persnya meminta maaf ke seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu 2004. Yaitu pimpinan dan para anggota DPR, parpol peserta pemilu, calon anggota legislatif, calon presiden, dan calon wakil presiden, para tim kampanye, jajaran KPU dan KPUD, LSM, segenap pemilih pemilih dan seluruh rakyat Indonesia.Bagaimana dengan tanggapan anggota KPU lainnya? Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti mendukung Anas untuk pindah ke "kamar lain". "Atas nama KPU, dan KPUD tentu kami mengucapkan menerima," kata Ramlan singkat.

(jon/)