PPNI Minta Pria Sayat Leher Perawat di Parkiran Soetta Ditindak Tegas

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 11:42 WIB
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memberikan keterangan pers. PPNI minta perawat dilibatkan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berharap pelaku penyayatan leher perawat di parkiran Bandara Soekarno Hatta (Soetta) ditindak tegas. Menurut PPNI, tak boleh ada toleransi terhadap pelaku kekerasan.

"Menindak tegas pelaku ya. Masa cuma karena ketersinggungan, orang disayat," kata Ketua Umum PPNI, Harif Fadhillah, Senin (1/3/2021).

Harif menilai ada konvensi internasional yang menyepakati untuk melawan tindak kekerasan terhadap perawat saat bertugas. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu upaya melindungi perawat selaku tenaga kesehatan.

"Dunia sudah sepakat zero tolerance against violence for nurse kan. Kekerasan terhadap perawat, apalagi saat menjalankan tugas itu tidak ada toleransi sama sekali. Oleh karena itu, negara wajib melindungi," ujar Harif.

Dia mengatakan perlindungan itu bisa diberikan dengan membuat sistem agar para perawat aman dalam bekerja. Menurutnya, sistem yang ada saat ini baru mencakup keamanan para perawat yang bertugas di rumah sakit.

"Kalau perlindungan, belum, mungkin secara umum saja ya. Di undang-undang perawat sendiri perlindungan itu terkait dengan praktiknya jika sesuai standar prosedur, standar operasional, standar profesi dan kode etik serta peraturan perundang-undangan. Bukan bermakna bahwa tenaga kesehatan itu ada perlindungan, ada sistem yang membuat aman," ucapnya.

"Tapi untuk perawat di bandara itu belum ada, perawat di klinik-klinik itu belum ada. Ini baru dikembangkan akreditasinya, mudah-mudahan masuk yang perlindungan secara umum tadi," sambung Harif.

Sebelumnya, seorang perawat tempat rehabilitasi Deri Winanto (32) disayat pada bagian leher di parkiran Bandara Soekarno-Hatta oleh seorang pria berinisial RA (19). Penganiayaan diduga terjadi di area parkir mobil Terminal 2 Bandara Soetta, Jumat (26/2) sekitar pukul 00.55 WIB. Kasus bermula setelah RA berselisih dengan orang tuanya dan memutuskan pergi ke Bali.

Saksikan juga 'Mayat Wanita Terbungkus Plastik di Bogor Terikat Tali':

[Gambas:Video 20detik]