2 Penerima Bung Hatta Award yang Terjerat Korupsi: Nur Pamudji-Nurdin Abdullah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 14:18 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengenakan rompi KPK usai dilakukan pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021). Gubernur yang pernah mendapat penghargaan dari KPK tersebut kini justru menjadi tersangka dalam kasus korupsi.
Nurdin Abdullah saat ditangkap KPK. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Sementara itu, Nurdin Abdullah meraih penghargaan BHACA itu pada 2017 bersama Dirjen Bea-Cukai RI Heru Pambudi. Ketika itu Nurdin masih menjabat Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, 2008-2018.

Penghargaan ini diberikan atas penilaian yang dilakukan oleh lima orang dewan juri BHACA. Dewan juri tersebut adalah Betti Alisjahbana, Bivitri Susanti, Endy M Bayuni, Paulus Agung Pambudhi, dan Zainal A Mochtar.

BHACA digelar secara rutin setiap dua tahun. Namun, pada 2019, BHACA tidak memberikan penghargaan terhadap tokoh mana pun.

Ironisnya, Nurdin Abdullah tertangkap tangan KPK pada Jumat (26/2) malam. Nurdin ditangkap bersama Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel dan AS adalah Agung Sucipto selaku kontraktor proyek.

Ketiganya diketahui terjerat kasus suap proyek jalur pedestrian wisata di Bira, Bulukumba. Nurdin diketahui menerima suap melalui Edy Rahmat sebagai perantaranya dari Agus Sucipto sebagai pemberi suap senilai Rp 2 miliar. Nurdin diketahui juga menerima suap dari kontraktor lain, sehingga total uang yang diterima mencapai 5,4 miliar.

Nurdin Abdullah ditahan di rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Agung Sucipto di Rutan Gedung Merah Putih.

Belum ada keterangan lebih lanjut soal penghargaan bagi dua tokoh yang berurusan dengan hukum itu.

Simak video 'Gubernur Sulsel Diduga Terima Suap Sekitar Rp 5 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(rdp/dhn)