PDIP: Nurdin Abdullah Orang Baik, Kami Tak Akan Intervensi Hukum

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 10:47 WIB
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Istimewa)
Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) angkat bicara mengenai kasus dugaan suap proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku kaget gubernur yang diusung partainya itu tersandung kasus korupsi.

"Tetapi karena penilaian masyarakat yang menyampaikan ke saya, banyak yang kaget, sedih karena beliau orang baik," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Minggu (28/2/2021).

Hasto mengatakan, dari rekam jejaknya selama ini, Nurdin dikenal sebagai orang baik. Bahkan, Nurdin pernah menerima Bung Hatta Anticorruption Awards, penghargaan yang juga pernah diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Makanya kami juga sempat kaget. Beliau sendiri (Nurdin, red) sebelum dibawa KPK itu, menghubungi Pak Andi, Ketua DPD (PDI Perjuangan Sulsel, red) mengatakan siap bertanggung jawab, baik di dunia, akhirat, maupun juga bagi seluruh masyarakat. Bahwa beliau tidak melakukan hal yang dituduhkan," urai Hasto.

Tapi apa pun itu, Hasto menyatakan bahwa dalam situasi ini, pihaknya mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi. PDIP, tegas dia, tidak akan melakukan intervensi hukum.

"Tapi kita tunggu keterangan resmi dari KPK setelah mengadakan pemeriksaan. Partai tidak melakukan intervensi hukum, itu yang penting," ujarnya.

Harto mengatakan partainya juga tetap solid dan mempercayai proses hukum di KPK. Dia menuturkan PDIP akan mengikuti proses hukum yang ada.

"Nanti kami akan lihat perkembangan, tapi partai tidak melakukan intervensi hukum. Kita ikuti prosesnya," kata Hasto.

Saat ditanya soal langkah PDIP ke depan, Hasto mengatakan pihaknya akan belajar dari setiap persoalan. Partai berlambang banteng moncong putih itu juga akan terus memperbaiki diri.

"Karena PDI perjuangan itu partai besar, kami mempunyai 28 juta pemilih lebih, kami punya 1,4 juta pengurus partai yang aktif, sehingga semuanya harus menegakkan disiplin dan tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan," tegas Hasto.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tertangkap tangan KPK pada Jumat (26/2) malam. Nurdin ditangkap bersama Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel serta AS (Agung Sucipto) selaku kontraktor proyek.

Ketiganya diketahui terjerat kasus suap proyek pedestrian wisata di Bira, Bulukumba. Nurdin diketahui menerima suap melalui Edy Rahmat sebagai perantaranya dari Agus Sucipto sebagai pemberi suap senilai Rp 2 miliar. Nurdin diketahui juga menerima suap dari kontraktor lain, sehingga total uang yang diterima mencapai 5,4 miliar.

Ketiganya Nurdin Abdullah ditahan di rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Agung Sucipto di Rutan Gedung Merah Putih.

Simak video 'Gubernur Sulsel Sarat Prestasi Kini Terseret Korupsi, Ini Kata KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)