Ketahanan Pangan Budidaya Ikan Ala Kampung Tangguh Jaya di Jakpus

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 20:22 WIB
Kegiatan budidaya ikan Nila di Kampung Tangguh Jaya 007 Petojo Selatan Jakpus
Foto: Kegiatan budidaya ikan Nila di Kampung Tangguh Jaya 007 Petojo Selatan Jakpus (dok. Pengurus RW 007 Petojo Selatan Jakpus)
Jakarta -

Warga RW 007 Petojo Selatan, Jakarta Pusat (Jakpus) kini disibukkan dengan budidaya ikan. Di masa pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas masyarakat, pengurus RW setempat menularkan hobi budidaya ikan Nila hingga Cupang ke warganya.

"(Panen-red) ikan nilanya sekitar ada 500-an ekor. Kami punya dua kolam. Bibitnya kami minta dari KPKP (Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian). Sebenarnya kalau untuk membudidayakan nila sudah sekitar dua tahun yang lalu saya. Saya kembangi akhirnya jadi banyak, awalnya ini untuk studi banding untuk masyarakat yang mau belajar cara ternak ikan Nila. Warga yang datang kami kasih bibit," jelas Ketua RW 007 Petojo Selatan, Jakpus, Edy Kusnadi (56) kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Edy mengaku misinya menularkan hobi budidaya ikan juga didukung banyak pihak, termasuk polisi. Di masa pandemi, Edy membagikan ikan nila hasil budidayanya kepada warga.

"Pak polisi juga mendukung yang saya lakukan, jadi polisi bilang 'Pak Edy ini tolong kasih makannya yang benar supaya cepat gede ikannya. Jadi masyarakat yang mau boleh dikasih'. Kebetulan di sini warganya pada datang, suka, akhirnya mereka mau belajar, gitu. Saya ajarin kalau ikan Nila itu maunya di tempat sepi, dia akan cepat beranak, jangan keganggu pokoknya ikannya," ujar Edy.

Edy mengaku sudah banyak warganya yang kini mampu membudidayakan ikan Nila serta ikan hias, khususnya jenis Cupang yang kini sedang populer. Setiap hari, tutur Edy, sedikitnya 1 sampai 2 orang mendatanginya untuk meminta bibit ikan.

"Sejak pandemi ini saya selaku RW makin gencar menularkan hobi budidaya ikan dan sayuran. Saya bersyukur, orang pada banyak datang kemari, belajar tentang sayuran, ikan juga berkembang ke ikan hias misalnya Cupang yang sekarang lagi naik daun, supaya warga juga punya penghasilan kan, anak-anak muda jadi ikut-ikutan," ucap Edy.

"Setiap hari pasti ada aja yang datang, minimal 1,2 orang datang belajar. Beda-beda, kadang kelurahan lain juga pada datang ke RW kami. Apalagi yang hobi-hobi cupang sekarang, pada datang ke kami. Warga pada datang ke pos RW, 'Pak RW, bagi sepasang dong cupang, kita mau nernak', ya saya kasih. Alhamdulilah banyak itu anak muda. Saya sebenarnya juga jual gitu, dari Kemayoran pada datang ke Petojo Selatan gitu," sambung dia.

Selain budidaya ikan, Edy juga menularkan ke warga tentang serunya budidaya sayuran hidroponik. Edy sendiri sudah tiga tahun menanam sayuran hidroponik di rumahnya.

"Sejak pandemi Corona ini, untuk warga kami tingkatkan produksinya. Untuk ibu-ibu misalnya datang ke saya 'Pak RT, Pak RW bagi sayur dong'. Namanya lagi jaman susah gini, ya kami kasih untuk ngebul-ngebulin dapur mereka. Paling gantinya 'nanti beliin bibit sayurannya ya'," tutur Edy.

Edy mengatakan rencananya tak hanya mengajari warga tentang budidaya ikan dan sayuran hidroponik. Dia juga membuka diri bila ada warga yang hendak belajar pembuatan pupuk kompos.

"Jadi warga macam-macam di sini sekarang kegiatannya. Saya kan suka main ke KPKP, KLH, asal mereka mau belajar, bisa. Bagaimana cara perbanyak pohon, bikin pupuk kompos, kami ajarkan. Banyak alhamdulillah yang tertarik karena saya juga dibantu karang taruna, anak-anak mudanya nggak nongkrong-nongkrong doang," terang Edy.

Simak efektifnya sistem 1 pintu dan program Kampung Tangguh Jaya nolkan kasus positif COVID-19 di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2