Bangkai Burung Dara Abdul Bikin Warga Resah

Bangkai Burung Dara Abdul Bikin Warga Resah

- detikNews
Sabtu, 25 Feb 2006 17:18 WIB
Jakarta - Pelihara burung dara, itulah hobi Abdul (30) sejak kecil. Kendati 10 ekor burung daranya mati, Abdul tidak takut terkena flu burung. "Ajal di tangan Tuhan," komentar Abdul enteng. 10 Ekor bangkai burung dara ditemukan warga di sekitar kandang burung milik Abdul, warga RT 12/RW 11 Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (25/2/2006).Bangkai burung terlihat menyebar di got, dalam kandang, dan ada sebagian juga yang hangus terbakar. Bau bangkai itu menyengat hidung.Tidak hanya itu, burung dara Abdul kerap dikeluhkan warga. Selain kandang yang kotor tidak terurus, kotoran burung pun terlihat berceceran di mana-mana."Pak, di sana ada burung yang mati bergelimpangan tidak dikubur. Cukup banyak. Pemiliknya Abdul," lapor Rudi, salah seorang warga kepada petugas Tim Tumpas AI DKI Jakarta-FKH IPB yang tengah sibuk memeriksa hewan unggas.Petugas pun bergegas ke lokasi. Ternyata, Abdul tidak ada di rumahnya. Namun demikian, petugas tetap mengambil bangkai burung dara dan mengumpulkannya. "Bau banget dan berbelatung lagi," kata salah seorang warga. "Uwek, Uwek"! warga itu pun muntah-muntah.Bangkai burung lalu dikubur di tanah, samping kandang. Selanjutnya, petugas membawa 3 ekor burung dara Abdul untuk dites. "Hasil rapid test menunjukkan negatif," ujar Agus, salah seorang petugas. Lega!Kepada detikcom, Abdul yang ditemui di kediamannya bersedia buka suara. "Namanya ajal di tangan Tuhan. Kalau memang mati, ya mati saja. Gue dari kecil pelihara burung nggak pernah sakit karena pelihara burung," kata Abdul sambil terus menghisap sigaret.Duda beranak satu ini pun meminta pemerintah memberikan ganti rugi jika burung dara miliknya dimusnahkan. "Burung itu mati karena ajal. Ada juga yang sakit. Saya pelihara ayam mati semua. Tetapi orang tidak ada yang sakit. Saya rasa mengada-ada saja pemerintah, makanya saya berani pegang burung yang sakit. Kalau memang mau dimusnahkan burungnya, bayar dong di muka pas dimusnahin," ujarnya dengan logat Betawi yang kental. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads