Cegah Hujan Lebat Jabodetabek, TNI AU-BPPT Tebar 22 Ton Garam di Langit

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 15:09 WIB
Operasi modifikasi cuaca untuk mencegah hujan
Operasi modifikasi cuaca untuk mencegah hujan. (dok. Istimewa)
Jakarta - Teknologi modifikasi cuaca dengan cara menebarkan garam dilakukan untuk mencegah hujan lebat di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 22 ton garam sudah ditebar di langit.

Operasi ini dilakukan oleh TNI AU bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Jon Arifian mengatakan penyemaian garam dilakukan sejak Minggu (21/2) sampai Jumat (25/2). Selama enam hari penerapan TMC, setidaknya telah disemai garam sebanyak 22 ribu kilogram (22 ton).

Dia mengatakan garam bubuk ditebarkan di wilayah pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. Upaya TMC dinilai menurunkan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek.

"Curah hujan yang terjadi setelah tanggal 20 hingga saat ini kita lihat berkurang drastis. Namun perlu diingat bahwa kondisi parameter cuaca saat ini menunjukkan perbedaan periode sebelum tanggal 19 dan tanggal 20 (Februari). Upaya yang kita lakukan dengan TMC ini lebih optimal dengan jumlah awan terbentuk juga berkurang," kata Jon dalam keterangan yang diterima dari Dispenau, Sabtu (27/2/2021).

Dia menambahkan tim TNI AU bekerja sama dengan tim BPPT dan BMKG akan menaburkan kembali garam dalam 3 sortie penebaran di awan menggunakan pesawat CN 295 dan pesawat Casa 212. Upaya ini dilakukan untuk menghalau awan-awan yang berpotensi agar jatuh di wilayah sebelum memasuki Jabodetabek.

Pesawat CN 295 A-2901 yang dipiloti Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar dari Skadron Udara 2 Halim Perdanakusuma membawa 2.400 kg NaCl powder dan pada sortie ke-2 membawa 2.400 kg NaCl powder yang ditebar di ketinggian 10-12 ribu kaki.

Selanjutnya pesawat Casa 212 A-2105 yang dipiloti Kapten Pnb Wanto dan Kopilot Lettu Pnb Adam dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, membawa 800 kg NaCl powder di ketinggian 8.000 kaki. Kedua pesawat tersebut lepas landas dari landasan Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Kesiapan pesawat CN 295 dan Casa 212 cukup mendukung kegiatan operasi TMC ini. Sebelum diberangkatkan sortie per sortie, kami melaksanakan briefing dengan tim TNI AU, BPPT, dan BMKG untuk mengidentifikasi pertumbuhan awan yang ada di target area, yaitu awan tumbuh di Selat Sunda, pantai selatan Banten, dan pantai timur Lampung," jelas Kadisops Lanud Halim Perdanakusuma, Noto Casnoto.

"Karena prediksi awan konvektif di daerah tersebut punya peluang tinggi masuk wilayah Jabodetabek, sehingga pelaksanaan operasi TMC ini bisa mengurangi curah hujan," tambahnya.

Noto menambahkan saat ini titik fokus penyemaian garam berada di daerah pantai timur Lampung, Selat Sunda, dengan total bahan semai pada Jumat (26/2) seberat 5,6 ton.

Tonton Video: Prakiraan Cuaca 26 Februari: Beberapa Wilayah Diguyur Hujan Disertai Petir

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/dkp)