Round-Up

Saat Buzzer Jadi Masalah Bangsa di Mata JK

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 08:29 WIB
Jakarta -

Wakil Presiden dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK) berbicara soal buzzer di Indonesia. Menurutnya, buzzer menjadi masalah bagi bangsa Indonesia.

Awalnya, JK bercerita asal mula adanya buzzer. JK menyebut, buzzer mulai ada pada saat kampanye.

"Sebenarnya buzzer itu mulai pada setiap kampanye. Tapi itu biasa saja, bagaimana memuji pasangan calon yang didukungnya atau mencela lawannya," kata JK menjawab Tim Blak-blakan detikcom yang menemuinya di Kantor PMI, Selasa (23/2/2021).

Menurut JK, seharusnya buzzer menghilang setelah pemilu berakhir. Tapi, buzzer ini malah dipelihara, bahkan dibayar untuk membuli lawan politik.

"Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu. Seharusnya sudah lah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik," papar JK.

JK pun meminta agar media tidak memberikan ruang bagi para buzzer. "Anda juga ikut bertanggung jawab itu," ujarnya menunjuk detikcom sambil tersenyum kecil.

Perlu ada aturan untuk menghentikan buzzer. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2