Konvensi Capres NasDem Dinilai Bagus Jika Pemenangnya Dicalonkan

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 08:21 WIB
Hendri Satrio
Foto: Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio. (Ari Saputra)
Jakarta - Partai NasDem mengajak partai politik untuk bergabung dalam konvensi capres 2022 terkait Pilpres 2024. Langkah ini dinilai bagus untuk demokrasi agar tidak selalu petinggi partai yang menjadi calon presiden.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) awalnya menyinggung terkait cara konvensi yang bagus untuk demokrasi. Dia menyebut cara ini bisa menghindari otoritas ketua umum partai untuk menentukan capres.

"Cara konvensi ini cara yang bagus dalam demokrasi, sehingga tidak ada otoritas tergantung ketua umum (partai) gitu. Jadi silakan saja kader menentukan siapa capres yang akan diusung NasDem. Ini bagus menurut saya," kata Hensat saat dihubungi, Jumat (26/2/2021).

Hensat mengatakan seharusnya partai politik lain berani untuk terlibat dalam konvensi ini. Namun dia mengingatkan, jika nantinya terlaksana, maka pemenang konvensi capres ini harus betul-betul diusung sebagai capres.

"Mestinya parpol lain berani membuat konvensi ini. Tapi, kalau sudah ada pemenangnya ya dipakai, jangan kemudian bikin konvensi, sudah ada pemenangan, tapi pemenangnya dicuekin. Ngapain bikin konvensi kalau seperti itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Hensat lalu menyinggung konvensi capres juga bisa dimanfaatkan untuk para tokoh, seperti Anies Baswedan dan tokoh lainnya bertarung. Dengan begitu, konvensi capres akan menghasilkan tokoh terbaik untuk maju ke Pilpres 2024.

"Ini hal baik dan arahnya sih akhirnya kan kalau tokoh-tokoh nasional mau nyapres dan bisa dari NasDem, ya mereka akan bertarung di konvensi ini, jadi bukan hanya Anies Baswedan, bisa banyak orang yang mau bertarung di sini," ujarnya.

Kemudian Hensat juga menilai upaya NasDem mengajak partai lain ikut dalam konvensi agar tidak terus-terusan mendorong petinggi partai untuk menjadi presiden. Selain itu, konvensi ini pastinya akan mempertarungkan putra terbaik bangsa hingga mendapatkan calon yang terbaik.

"NasDem ngajak partai lain juga untuk fairplay. Jadi nggak melulu mendorong petinggi partai seperti yang dilakukan beberapa partai. Nah kalau NasDem mewacanakan dan mempopulerkan konvensi, selain bagus untuk rakyat, juga akan seru, karena yang muncul dari partai-partai lain itu yang memang anak-anak putra bangsa yang terbaik, nggak harus melulu petinggi partai," tuturnya.

Meski begitu, upaya NasDem ini ternyata mendapat banyak penolakan dari partai-partai politik lain. Hensat menilai hal itu wajar lantaran semua partai pasti selalu menjagokan kadernya, bahkan petinggi partainya sendiri untuk maju menjadi capres.

"Ya karena partai lain banyak yang memiliki jago dari kader sendiri, dari para petinggi partainya, kan kalau dijadiin konvensi gagal dong petinggi partainya untuk jadi calon presiden," jelasnya. (maa/zak)