Round-Up

Kritikan Mahasiswa Unilak ke Kampus Berujung DO dan Dipolisikan

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 22:31 WIB
Aksi yang digelar mahasiswa di gedunh rektorat beberapa waktu lalu
Mahasiswa Unilak saat berdemo (Foto: Dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Polemik antara mahasiswa dengan pihak Universitas Lancang Kuning (Unilak) belum berhenti. Terbaru, ada empat mahasiswa Unilak yang diadukan ke polisi.

Informasi yang diterima detikcom, empat mahasiswa yang dilaporkan adalah George Tirta, Cep Permana, Cornelius, dan M Fadhillah. Mereka dilaporkan atas dugaan perusakan ruang rektor dan fasilitas kampus.

Tiga di antara mahasiswa tersebut diberhentikan alias drop out (DO) dari kampus. Ketiganya ialah George Tirta, Cep Permana, dan Cornelius.

George membenarkan pelaporan tersebut. George mengatakan dirinya bersama tiga rekannya dilaporkan ke Polresta Pekanbaru oleh Rektor, Junaidi.

"Iya (empat mahasiswa dilaporkan), Rektor yang ngelaporin kami. Empat orang (dilaporkan), tiga yang kena keluarkan dan satu yang tidak dikeluarkan," katanya saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (26/2/2021).

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumban Toruan membenarkan pelaporan terhadap empat mahasiswa kampus yang berlokasi di Pekanbaru, Riau, tersebut. Keempatnya diperiksa hari ini.

"Benar, ada pelaporan oleh Rektor. Empat orang kita panggil hari ini untuk diperiksa di kantor," kata Juper.

Selain empat mahasiswa tersebut, Juper menyebut, kasus ini bisa saja berkembang ke saksi-saksi lain. "Bisa saja berkembang tidak hanya empat. Tergantung nanti penyidik," katanya.

Alasan Unilak Polisikan 4 Mahasiswa

Pihak Unilak memberi penjelasan terkait pelaporan keempat mahasiswa tersebut. Pihak Unilak menyatakan pelaporan tersebut tidak terkait pembungkaman aksi mahasiswa.

"Perlu ditegaskan bahwa proses hukum di kepolisian tidak terkait dengan unjuk rasa menyampaikan pendapat di muka umum. Termasuk keputusan SK pemberhentian yang telah diambil oleh Universitas," tegas Kabag Humas Unilak Revnu O'Hara kepada detikcom, Jumat (26/2).

"Ini sudah dimulai dari proses di Badan Hukum dan Etik Unilak. Ini tentu sebagai lembaga yang diberi wewenang," kata O'Hara.

Unilak kemudian memerinci aksi-aksi yang digelar para mahasiswa hingga berujung laporan ke Polresta Pekanbaru. Aksi terjadi mulai 16-18 Februari pekan lalu, namun Unilak menyebut hanya tiga mahasiswa yang dilaporkan.

Berikut perjalanan aksi insiden yang terjadi dan berujung laporan polisi versi Unilak:

1. Selasa, 16 Februari 2021 terjadi aksi degan menduduki lantai 3 gedung rektorat, tepatnya di pintu masuk ruang rektor dan mengganggu aktivitas.

2. Menduduki gedung rektorat lantai 3 yang berlangsung selama dua hari satu malam. Selama menduduki, mahasiswa tidur di kampus, tepat di depan pintu ruang rektor dan beberapa mahasiswa merokok.

3. Di saat menduduki lantai 3, pada malam harinya sekitar pukul 3 dini hari, Rabu (17/2) melakukan pembakaran ban yang hanya berjarak 5 meter dari dinding gedung rektorat dan dinilai membahayakan gedung yang mengakibatkan sejumlah tanaman mati.

4. Kamis (18/2), setelah bertemu dengan Wakil Rektor II di Aula Pustaka, sejumlah mahasiswa naik ke lantai 3. Tiba di lantai 3, langsung menendang pintu masuk ruang kerja rektor hingga rusak dan terekam CCTV.

5. Setelah masuk, salah satu mahasiswa masuk ke ruang kerja pribadi rektor dan menarik kursi rektor kemudian membuang kursi dari lantai 3 ke bawah.

6. Akibat kejadian ini, terdapat beberapa kerusakan pada fasilitas kampus. Rusaknya pintu masuk ruang rektor, ruang kerja rektor, lemari rektor, dan kursi rektor.

"Kejadian yang terjadi di atas patut diduga sebagai pelanggaran hukum dan juga pelanggaran norma dan kedisiplinan di internal Unilak. Adanya kejadian di atas menjadi pertimbangan senat Unilak untuk keluarnya SK pemberhentian," katanya.

Terakhir, kampus menilai kegiatan para mahasiswa dinilai tidak menjunjung tinggi budaya Melayu. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Unilak.

"Unilak kampus yang menjunjung tinggi budaya Melayu dan menerapkan prinsip nilai religius, jujur, visioner, disiplin, dan bermartabat. Unilak ingin mahasiswa memiliki adab dan menjunjung sopan santun. Rektor Unilak mengajak mahasiswa lainnya untuk dapat fokus kuliah dan berprestasi," kata O'Hara.

Simak duduk perkara 3 mahasiswa Unilak di-DO di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2