Keluarga Anggota Ikut Divaksinasi, Pimpinan DPR: Alokasi dari Kemenkes

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 12:24 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai menghadiri rapat Baleg DPR dengan Apindo perihal RUU Cipta Kerja, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (28/82020).
Sufmi Dasco Ahmad (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Keluarga anggota DPR RI turut serta divaksinasi COVID-19. Pimpinan DPR menyebut ini adalah alokasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kita mendapatkan jatah dari Kementerian Kesehatan. DPR dan anggota keluarga yang terdaftar di Kesekjenan DPR itu mendapat. Jadi alokasi itu dari Kementerian Kesehatan," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Dasco belum mengetahui berapa jumlah keseluruhan anggota DPR dan keluarga yang divaksinasi. Jenis vaksin yang diinjeksikan pun, kata Dasco, dialokasikan Kemenkes.

"Jadi nggak ada pilih kasih, nggak ada tertutup. Semakin cepat banyak yang divaksinasi, semakin, semakin cepat juga menekan lonjakan penyebaran COVID-19 di Indonesia," ujarnya.

Selain anggota DPR dan keluarganya, staf hingga personel pengamanan dalam atau pamdal DPR juga divaksinasi. Dasco menyebut lingkungan DPR sudah area merah COVID-19.

"Iya, termasuk staf pendukung, termasuk keamanan, petugas kebersihan, itu juga divaksinasi karena DPR ini sudah area merah. Sudah banyak pamdal, pegawai, yang terkena COVID-19," ucap Dasco.

"Sehingga kita tekankan sekali lagi, tidak ada yang tertutup. Kami mendukung program pemerintah, cuma karena masih reses, mungkin dari fraksinya terlambat dari fraksi ke anggotanya. Anggota DPR yang menyatakan ini kok tertutup, tolong tanya fraksinya. Karena itu sudah diinformasikan ke fraksi masing-masing," imbuhnya.

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik Kesetjenan DPR terkait vaksinasi anggota DPR RI beserta keluarga yang digelar secara tertutup. Padahal, menurut Formappi, keterbukaan vaksinasi COVID-19 penting untuk meyakinkan publik.

"Sulit memahami apa yang menjadi dasar pertimbangan DPR, khususnya Kesekjenan DPR, dalam melakukan kegiatan vaksinasi terhadap anggota DPR secara tertutup," kata peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan, Jumat (26/2).

"Apa coba yang mau disembunyikan dari kegiatan vaksinasi? Sekelas Presiden saja, vaksinasi disiarkan secara langsung, bukan untuk sekadar ajang narsis, tetapi lebih pada upaya sosialisasi sekaligus meyakinkan warga negara bahwa vaksinasi penting dan aman dilakukan demi mengatasi pandemi. Ini sesungguhnya peran penting vaksinasi para elite agar bisa mendorong munculnya keyakinan publik soal penting dan amannya vaksinasi Corona," imbuhnya.

Simak juga video 'Benarkah Vaksinasi Gotong Royong buat Orang Kaya? Ini Faktanya!':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)