Aset Sitaan Sementara Skandal ASABRI: Kapal Terbesar RI-Ratusan Ha Tanah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 12:22 WIB
gedung kejagung
Gedung Kejagung (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Sejumlah aset yang dimiliki para tersangka dalam skandal kasus korupsi PT ASABRI mulai disita oleh Kejaksaan Agung. Ada kapal terbesar di Indonesia, ratusan hektare tanah, hingga armada bus.

Diketahui sejauh ini sudah ada sembilan orang yang telah menyandang status tersangka dan telah ditahan. Mereka di antaranya:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT ASABRI periode 2012-2017
6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
9. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations.

Namun barang yang disita Kejagung belum dari semua tersangka. Sejauh ini sitaan barang itu baru berasal dari empat tersangka, yakni Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Lukman Purnomosidi, dan Sonny Widjaja.

Dari Heru Hidayat, Kejagung menyita 20 kapal yang salah satu kapalnya merupakan terbesar di Indonesia. Kapal terbesar itu merupakan kapal tanker LNG (liquefied natural gas) Aquarius.

"Ada 20 kapal disita, kasus Asabri punya HH, kejar ke mana dapat. Kapalnya satu terbesar di Indonesia, untuk angkut, jenis kapalnya liquefied natural gas, nama kapalnya LNG Aquarius," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan di Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021).

Penyidik memastikan kapal LNG Aquarius yang telah disita itu masih beroperasi. Saat ini kapal LNG Aquarius berada di perairan Kepulauan Seribu.

"Masih beroperasi, masih proses, ada di Kepulauan Seribu," ujar Febrie.

Tak sampai di situ, Kejagung juga menyita satu unit mobil Ferrari tipe F12 Berlinetta. Ferrari itu juga milik Heru Hidayat.

"Satu unit mobil Ferrari tipe F12 Berlinetta nomor polisi B-15-TRM beserta STNK, BPKB, dan tanda bukti pelunasan pembelian kendaraan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers tertulis, Rabu (10/2).

Terbaru, ada tiga tambang nikel yang juga disita Kejagung milik Heru. Tambang itu tersebar di Sulawesi, Sukabumi, dan Kalimantan.

"Sulawesi sudah kita sita ya, tambang nikel, punya Heru Hidayat, Sukabumi proses, Kalimantan Tengah masih proses itu," lanjutnya.

Simak video '17 Armada Bus Terkait Korupsi ASABRI Disita!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya

Selanjutnya
Halaman
1 2