Kejagung Telisik Aset Tanah Miliaran Rupiah di Klaten Terkait Asabri

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 14:04 WIB
Kasi Pidsus Kejari Klaten Ginanjar Damar Pamenang
Kasi Pidsus Kejari Klaten Ginanjar Damar Pamenang. (Foto: dok pribadi/Ginanjar Damar Pamenang)
Klaten -

Tim Satgasus Kejaksaan Agung (Kejagung) menelisik aset tanah bernilai miliaran di Klaten yang diduga terkait kasus korupsi Asabri. Kasi Pidsus Kejari Klaten Ginanjar Damar Pamenang menyebut tim datang pada sore hari dan mengecek sejumlah tanah di wilayah Klaten.

"Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Asabri, kemarin hari Rabu (24/2) sekitar jam 16.00 WIB. Tim Satgasus pelacakan aset Jampidsus Kejagung yang dipimpin Anton Winoto datang ke Kejari Klaten, dan kita diminta memfasilitasi," kata Ginanjar saat ditemui detikcom di kantornya, Klaten, Kamis (25/2/2021).

Ginanjar menyebut tim itu menelisik aset tanah di Klaten milik tersangka kasus korupsi berinisial SW. Ada 14 petak tanah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Klaten.

"Ada 14 aset tanah tersebar di beberapa kecamatan dan rata-rata berupa sawah. Tim Kejagung berjumlah tujuh orang dan di Klaten sampai pukul 22.00 WIB," lanjut Ginanjar.

Ginanjar menyebut selain mengecek ke pemerintah desa, tim juga mengambil buku aset di kantor BPN Klaten. Dia pun menduga tim masih akan berkunjung ke Klaten untuk mengecek semua aset tanah tersebut.

"Kemungkinan masih ke Klaten. Sebab yang sudah dicek delapan aset, dan kami masih diberi catatan lagi ada enam aset, jadi semua 14 titik," papar Ginanjar.

Dia merinci aset tanah di Klaten yang dicek tim Kejagung itu luasnya bervariasi. Dari sejumlah petak sawah yang dicek memiliki luas lebih dari seribu meter persegi.

"Ada yang 1.700-1.800 meter persegi. Itu bentuknya sawah petak begitu dan yang di Desa Jombor, Kecamatan Ceper ada dua patok nilainya mungkin miliaran rupiah," imbuh Ginanjar.

Dia mengatakan selain di Kecamatan Pedan dan Kecamatan Ceper, ada juga aset tanah di Kecamatan Karangdowo. Ginanjar menyebut semua penyelidikan ini diserahkan ke tim Kejagung, sementara pihaknya hanya membantu di lapangan.

"Kita hanya sebatas memfasilitasi. Semua penanganan kasusnya ditangani di Kejaksaan Agung," ucapnya.

Terpisah, Kades Jetis Wetan, Kecamatan Pedan, Agus Sunarto mengaku dihubungi dari tim Kejagung pada Rabu (24/2) siang. Agus menyebut tim Kejagung menanyakan soal aset tanah yang diduga terkait korupsi Asabri.

"Saya dihubungi siang hari dan langsung saya minta perangkat desa mengecek datanya. Sorenya semua data saya kirimkan dokumennya," jelas Agus saat dihubungi detikcom via telepon, siang ini.

Selengkapnya keterangan dari Kades Jetis Wetan soal aset tanah milik tersangka korupsi Asabri yang ada di desanya...

Tonton Video "MAKI: Ada 9 Aset Kasus Asabri di Boyolali":

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2