BP2MI Gagalkan Pengiriman 11 TKI Ilegal ke Timur Tengah

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 11:55 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Kepala BP2MI Beny Rhamdani (Foto: dok. BP2MI)
Jakarta -

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggagalkan pengiriman 11 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari upaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Tangerang, Banten. Para calon PMI itu awalnya akan dikirim ke Timur Tengah.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan, sebanyak 11 calon PMI berhasil diselamatkan oleh BP2MI bekerja sama dengan Polda Banten. Upaya penyelamatan 11 calon PMI itu dilakukan pada Kamis (25/2).

"Ini upaya nyata dari aksi pemberantasan sindikat dan upaya nyata yang dilaksanakan BP2MI untuk menyelamatkan korban dari upaya tindak pidana perdagangan orang," kata Benny dalam keterangannya, Jumat (26/2/2021).

Benny menyebut awalnya BP2MI menerima aduan dari masyarakat terkait adanya tempat yang diduga dijadikan penampungan CPMI Ilegal atau non prosedural di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Atas laporan tersebut, petugas mendatangi lokasi.

"Informasi kami terima Kamis, 25 Februari 2021, sekitar pukul 14.20 WIB, melalui Kepala UPT BP2MI Serang bahwa ada tempat penampungan yang diduga ilegal. Kemudian petugas langsung menindaklanjuti tempat tersebut," ungkapnya.

Selanjutnya, petugas BP2MI mengecek ke dalam gedung yang awalnya dikunci seorang penjaga bernama Adum. Saat didatangi petugas, Adum awalnya enggan membuka ruko tersebut dengan alasan menunggu persetujuan atasannya. Namun, atas desakan petugas, tanpa halangan berarti akhirnya pintu dibuka juga.

"Di mana di lantai dua gedung terdapat 11 orang perempuan yang ketika ditanya petugas, mereka menjawab bahwa ingin jadi PMI di Timur Tengah," kata Benny.

Setelah dilakukan penelusuran, Benny mengungkap patut diduga telah terjadi aktivitas pemberangkatan CPMI ilegal atau non prosedural.

"Karena disebutkan biasanya di sini hanya jadi tempat transit saja, untuk medical, lalu dibawa para CPMI dibawa ke Condet, Jakarta, sebelum diberangkatkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala UPT BP2MI Serang Lismia Elita mengatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan Polda Banten, 11 perempuan yang diduga calon PMI nonprosedural itu dibawa ke P4TKI Tangerang untuk dilakukan pendataan. 11 calon PMI tujuan negara penempatan Timur Tengah itu ternyata tidak memiliki dokumen paspor.

"Setelah tiba P4TKI Tangerang sekitar pukul 18.00 WIB, diberikan mereka diberikan arahan, dan selanjutnya dilakukan penanganan oleh Polda Banten, termasuk dokumen-dokumen yang ditemukan di lokasi. Namun, tidak ada paspor dan tiket, hanya dokumen-dokumen photo copy KK dan KTP yang ada pada PMI," katanya.

Lismia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT BP2MI Jakarta, apabila diperlukan para calon PMI tersebut akan dibawa ke Shelter UPT BP2MI Jakarta untuk diinapkan dan dilakukan tindak lanjut lainnya sesuai kebutuhan penegakan hukum selanjutnya.

BP2MI gagalkan 11 calon pekerja migran  Indonesia ke Timur TengahBP2MI gagalkan pengiriman 11 calon pekerja migran Indonesia ke Timur Tengah Foto: dok. BP2MI

Simak juga video 'TNI AL Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal ke Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/gbr)