Polisi Sukabumi Gerebek Kosan Diduga Penampungan Pekerja Migran Ilegal

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 17:32 WIB
Polisi gerebek sebuah kosan yang diduga penampungan pekerja migran ilegal
Polisi gerebek sebuah kosan yang diduga penampungan pekerja migran ilegal (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Polres Sukabumi Kota menggerebek sebuah kosan di Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, yang diduga dijadikan tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

Dari lokasi itu, petugas menemukan 3 orang perempuan yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mereka diketahui berasal dari Kabupaten Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat ini perempuan yang diduga calon PMI tersebut masih dimintai keterangan petugas.

"Kami mendapat informasi dari masyarakat, ada tempat yang diduga menjadi tempat penampungan PMI non prosedural, bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Disnakertrans dan BP2MI kami melakukan penggerebekan rumah kontrakan tersebut," kata Kapolsek Kebonpedes Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti, Jumat (19/2/2021).

Tiga orang perempuan yang ditemukan di kontrakan itu dalam kondisi shock, kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

"Atas arahan dan petunjuk ibu kapolres (AKBP Sumarni) kami merespons informasi dari masyarakat kemudian berkoordinasi dengan lembaga dan instansi samping untuk pendampingan perempuan yang kami temukan di dalam kontrakan," lanjut Tommy.

"Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota telah melakukan wawancara dengan orang diduga korban perdagangan orang, sementara hasil penyelidikan belum ditemukan adanya unsur TPPO. Namun dugaan kami mengarah kesana," sambung Tommy.

Kepolisian sempat mendapat informasi ada 13 orang lainnya yang juga senasib dengan perempuan yang berhasil diamankan untuk mendapat penanganan dari pihak terkait termasuk dari P2TP2A.

"Informasi dari ketiga orang yg diamankan katanya semuanya berenam sekamar kos, 13 itu enggak tau keterangan dari mana belum bisa dibuktikan. Saat ini ketua P2TP2A ibu Yani Jatnika Marwan melakukan komunikasi dengan tiga orang perempuan tersebut. Kami sendiri masih melakukan penyelidikan," pungkas Tommy.

Simak juga Video: KPK Sita Vila dan Tanah Milik Edhy Prabowo di Sukabumi

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)