Disebut Terkait Kudeta, Kiprah Moeldoko di Parpol Disinggung Orsap PD

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 22:27 WIB
Enam organisasi sayap PD tolak KLB, dukung AHY sebagai ketum, di DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (25/2/2021).
Enam organisasi sayap PD tolak KLB, dukung AHY sebagai ketum. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Organisasi sayap (orsap) Partai Demokrat (PD) Bintang Muda Indonesia (BMI) menyinggung sosok Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait isu kudeta di PD. BMI menyebut Moeldoko tidak berprestasi saat berada di salah satu partai.

"Pak Moeldoko sudah pernah mengalami pembelajaran, bahkan dia hidup di partai tertentu dan nggak berprestasi dan ini semua orang tahu, dan kita juga aktivis juga cukup tahu kalau pribadi Pak Moeldoko adalah sosok pribadi yang arogan," kata Ketua BMI Farhan Efendi di kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021).

Farhan menuturkan sosok Moeldoko juga dikenal sebagai orang yang gemar pamer kekayaan. Farhan menilai hal tersebut berdampak buruk bagi mental seorang pemimpin.

"Dulu waktu memimpin sebagai panglima dikenal sebagai orang yang suka pamer kekayaan dan ini buruk bagi mental pemimpin yang akan datang. Mental pemimpin yang mungkin jauh dari perasaan kerakyatan," tuturnya.

Farhan meminta seluruh orsap Demokrat menyudahi permasalahan usulan Kongres Luar Biasa (KLB). Farhan melihat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memimpin PD.

"Untuk itu, BMI tegas mengatakan sudahi teman-teman orsap, sadarlah kita ini ke depan butuh pemimpin baik. Saya kira Mas AHY semua mengatakan bahwa beliau adalah pribadi yang cerdas santun dan memiliki wawasan yang cukup untuk bangsa ini," ujarnya.

"Tinggal kita doakan bekerja keras ke depan. Mudah-mudahan Mas Agus Harimurti betul-betul mendapatkan ridho dari Allah mendapatkan jalan dan rakyat meminta beliau untuk memimpin bangsa ini," lanjutnya.

Lebih lanjut Farhan berpesan kepada para kader yang berpolitik mengatasnamakan rakyat dengan tujuan mencari materi semata agar segera berhenti. Dia menyebut BMI sangat lantang berteman dengan orang-orang seperti itu.

"Terakhir BMI berpesan mohon maaf teman-teman yang selama ini yang berpolitik dan berdemokrasi hanya mengatasnamakan rakyat tapi faktanya adalah mencuri semangat kerakyatan bahkan mencari uang semata, saya kira juga rasanya untuk dihentikan dan BMI dalam hal ini pantangan untuk berteman dengan orang-orang semacam itu," imbuhnya.

Nama Moeldoko disebut Ketua Majelis Tinggi PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait isu kudeta Partai Demokrat. Menurut SBY, Moeldoko merugikan nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi miliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu," tutur SBY dalam sebuah video, Rabu (24/2).

"Partai Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat mengganggu, merugikan nama baik beliau (Jokowi)," imbuhnya.

Terkait hal itu, Moeldoko meminta tak ada pihak yang menekan dirinya. Moeldoko mengaku tak mengikuti perkembangan internal Partai Demokrat. Moeldoko juga tidak mengetahui polemik internal di partai yang dipimpin AHY itu sudah selesai atau belum.

"Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai dan saya nggak ngikutin tuh ya," ujar Moeldoko kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/2).

Moeldoko mengatakan dia sibuk mengurusi persiapan pernikahan putrinya dalam 3-4 pekan terakhir. Moeldoko lantas meminta semua pihak tak menekannya.

"Jadi janganlah menekan saya. Saya diam, saya menekankan, dan saya ingin mengingatkan semuanya, karena saya bisa, sangat mungkin, melakukan apa itu, langkah-langkah yang saya yakini," ucap Moeldoko.

"Jadi, saya berharap, jangan menekan saya, karena seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu. Saya pesan seperti itu saja, karena saya punya hak, seperti apa yang saya yakini. Itu aja," sambungnya.

(jbr/zak)