Ini Alasan Hakim Sunat Vonis Eks Dirkeu Jiwasraya Jadi 20 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 17:08 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi persidangan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Memori banding mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo dikabulkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Alhasil, hukuman Hery disunat dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara di kasus korupsi PT Jiwasraya. Apa alasan majelis tinggi?

"Terdakwa Hary Prasetyo, Syahmirwan, dan Hendrisman Rahim telah melakukan pengelolaan investasi Saham dan Reksa Dana PT AJS yang tidak transparan dan tidak akuntabel," kata ketua majelis Haryono dalam putusan yang dilansir di website PT DKI Jakarta, Kamis (24/2/2021).

"Dengan melakukan kesepakatan tanpa ditetapkan oleh Direksi PT AJS dan tanpa analisis yang didasarkan pada data yang objektif yaitu hanya dengan cara kesepakatan dengan Terdakwa Joko Hartono Tirto, Heru Hidayat, dan Benny Tjokro Saputro sehingga menimbulkan kerugian negara atas investasi saham berupa pembelian 4 saham (BJBR, PPRO, SMBR, dan SMRU) dan investasi Reksa Dana berupa pembelian 21 Reksa Dana pada 13 Manajer Investasi," sambung majelis yang beranggotakan Sri Andini dengan anggota M Lutfi, Reni Helida, dan Lafat Akbar.

Menurut Haryono dkk, hukuman penjara seumur hidup ke Hary dinilai menyalahi teori pemidanaan yang dianut dalam sistem hukum di Indonesia. Sebab, dalam tatanan teori pemidanaan ketika seseorang dinyatakan bersalah sehingga yang bersangkutan harus dipidana, tujuan pemidanaan tidak semata-mata merupakan pembalasan dengan segala konsekuensi keterbatasan ruang dan lingkungan, rasa malu, dan pengekangan bagi si terpidana.

"Namun di sisi lain juga untuk memberi pembinaan yang berbasis pada pendidikan moral, intelektual dan kesadaran hukum karena setiap orang harus dipandang sebagai makhluk Tuhan yang berpotensi bisa diperbaiki, dibina, dan dikembalikan kepada kehidupan bermasyarakat dan bersosial serta diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya," papar Haryono.

Selain Hary, lima terdakwa yang dihukum penjara seumur hidup juga mengajukan banding. Namun PT DKI Jakarta belum mengumumkan apakah putusan kepada kelimanya sudah diketok atau belum. Mereka adalah:

-Benny Tjokrosaputro.
-Mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim-
-Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan AJS Syahmirwan
-Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto
-Heru Hidayat

(asp/mae)