Sidang Jumhur Hidayat, Pengacara Protes Sulit Bertemu Kliennya

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 14:07 WIB
Sidang Jumhur Hidayat (Dwi/detikcom)
Sidang Jumhur Hidayat (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Sidang petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat, terkait penyebaran berita bohong dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam persidangan, kuasa hukum Jumhur menyampaikan protes karena sulit bertemu dengan kliennya.

Sidang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021). Dalam sidang kali ini, jaksa menghadirkan dua orang saksi.

Saksi tersebut ialah Febrianto dan Husein. Keduanya diketahui merupakan orang yang melaporkan Jumhur ke Bareskrim Polri.

Sebelum pemeriksaan saksi dilakukan, tim pengacara Jumhur memprotes sulitnya bertemu langsung dengan kliennya. Padahal, menurutnya, hakim telah memerintahkan jaksa agar tim pengacara bisa berkomunikasi dengan Jumhur.

"Dalam sidang sebelumnya, yang mulia memerintahkan pada jaksa agar kami bisa berkomunikasi termasuk berkoordinasi dengan Bareskrim terkait dengan bagaimana pemenuhan hak-hak terdakwa supaya bisa sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan itu semua sudah kami upayakan," kata kuasa hukum Jumhur Hidayat, Oky Wiratama, dalam persidangan.

"Kami diminta untuk datang ke sana koordinasi dengan Jaksa, tapi yang jelas kami kesulitan komunikasi dengan Jaksa kami tidak bisa berkomunikasi dengan bapak dan ibu (jaksa) yang ada di sini," sambungnya.

Oky juga menyebut telah berupaya menemui Jumhur di Bareskrim. Namun pihaknya tetap tidak dapat bertemu Jumhur.

"Dan di Bareskrim kami tidak bisa menemui klien kami. Kami sebagai advokat tidak bisa menjalankan tugas kami karena tidak bisa bertemu," tuturnya.

Oky pun menilai sulitnya komunikasi itu menunjukkan pelanggaran terhadap hak-hak Jumhur. Karena itu, dia meminta agar hakim bisa menyelesaikan persoalan sulitnya komunikasi tersebut.

"Terdakwa punya hak untuk bisa berkomunikasi dan konsultasi dengan advokat kapan saja tapi itu terlanggar selama ini, tapi tidak bisa (bertemu) kami sudah upayakan ke Mabes Polri dan itu tidak bisa, intinya kami tidak bisa bertemu. Hak-hak terdakwa dilanggar tidak bisa dipenuhi dan itu diketahui oleh majelis hakim dan dalam proses persidangan, dan itu dibiarkan, mohon diselesaikan," kata Oky.

Apa tanggapan hakim atas protes dari pengacara Jumhur tersebut? Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2