Cari Alim Markus, Ribuan Buruh Datangi Bank Maspion
Jumat, 24 Feb 2006 18:34 WIB
Surabaya - Ribuan buruh PT Maspion Group untuk keempat kalinya berunjuk rasa menuntut manajemen membayar gaji sesuai dengan keputusan upah minimum revisi yang ditandatangani Gubernur Jatim, Jumat (24/2/2006).Namun aksi yang digelar di DPRD Jatim ini tidak membuahkan hasil karena Alim Markus sebagai bos aspion tetap menolak untuk datang dan berunding dengan buruh.Akhirnya, para buruh yang sebagaian besar mengendarai motor ini melanjutkan aksinya dengan konvoi keliling kota. Mereka sengaja memilih rute ke lokasi-lokasi yang terdapat anak perusahaan Maspion. Sasaran mereka adalah Bank Maspion yang berada di Jl Kembang Jepun. Namun setiba di depan kantor tersebut, buruh tidak melakukan kegiatan apa pun kecuali hanya mengeraskan suara knalpot motornya dan mencaca maki Alim Markus.Tapi, kedatangan ribuan buruh ini sempat membuat panik pemilik toko atau usaha yang berada di lingkungan tersebut. Karena khawatir terjadi aksi anarkis, banyak yang memilih menutup tokonya.Selanjutnya, buruh menuju ke Jalan Pasar Atom, Pencindilan, Jaksa Agung Suprapto, Panglima Sudirman dan langsung ke A Yani untuk pulang ke Sidoarjo. Pihak keamanan sempat melakukan antisipasi di pertigaan Jl Embong Kenongo - Panglima Sudirman. Sebab sejak pagi, isu yang berhembus, buruh akan menduduki rumah Alim Markus yang berada di Jl Embong Kenongo. Sejak pagi, rumah Alim dijaga ketat oleh 1 peleton polisi dari Polresta Surabaya Selatan dan sejumlah anggota Marinir.Polisi juga menutup jalan tersebut saat buruh melintas di Jl Panglima Sudirman. Sekali lagi, buruh ternyata hanya lewat begitu saja. Akibat aksi konvoi ini, arus lalu lintas di jalan protokol di Surabaya sempat terganggu.
(nrl/)











































