Parlemen AS: Penyerang Kedubes di Jakarta Preman
Rabu, 22 Feb 2006 12:23 WIB
Kuta - Pengrusakan Kedubes AS di Jakarta oleh massa laskar di bawah Front Pembela Islam (FPI) mendapat tanggapan anggota parlemen Amerika yang tengah berkunjung ke Indonesia. Koordinator delegasi United States House of Representative AS Jim Kolbe mengatakan, perusak kantor Kedubes AS di Jakarta adalah kelompok preman."Kami tidak setuju dengan pengrusakan kedutaan yang ada di Jakarta. Saya berpikir itu kelompok preman yang tidak mewakili negara Indonesia," katanya usai berdoa di Monumen Tragedi Bom Bali I, di Jalan Legian Kuta, Bali, Rabu (22/2/2006).Jim Kolbe datang bersama tiga rekannya sesama anggota parlemen. Menurutnya, kasus pengrusakan tersebut tidak menggangu hubungan diplomatik Indonesia-Amerika. "Karena saya tahu kalau mereka ini kelompok preman yang tidak mewakili negara Indonesia," katanya.Ketika ditanya apakah AS akan menuntut ganti rugi atas peristiwa ini, Jim Kolbe mengaku belum ada rencana. "Hanya biasanya di negara lain, waktu ada kerusakan seperti ini menjadi tangung tanggung jawab negara yang bersangkutan. Kalau di sini, Indonesia memberi bantuan memulihkan fasilitas," ujarnya.Ditambahkan, kerusakan yang ditimbulkan dari aksi penyerangan tersebut sangat kecil. "Tidak seserius yang terlihat di televisi," kata Jim.Untuk menghindari terulangnya peristiwa pengrusakan terhadap gedung kedutaan AS, pemerintahnya dalam jangka panjang akan meminta pengamanan diperketat.
(jon/)











































