Virus Avian Influenza Serang 26 Provinsi di Indonesia

Virus Avian Influenza Serang 26 Provinsi di Indonesia

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2006 16:09 WIB
Semarang - Virus AI (Avian Influenza) menyebar hampir ke seluruh pelosok Indonesia. Ditjen Peternakan mencatat, hingga Februari 2006, 26 provinsi dilaporkan diserang virus tersebut.Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan Departemen Pertanian (Deptan) Syamsul Bahri menyatakan, pada awalnya virus AI menyerang Pekalongan, Jateng ,dan Tangerang pada Agustus 2003. Setelah itu, kasusnya terus muncul di berbagai daerah."Dulu, kasusnya terdeteksi 3 bulan sekali. Kini, 3 hari sekali, kita mendengar ada kasus baru. Artinya, penyebaran virus ini sangat cepat dan membahayakan," kata dia kepada wartawan usai acara Gerakan Nasional Tumpas AI (Genta) di Desa Pagersari, Kec. Bergas, Kab. Semarang, Selasa (21/2/2006).Syamsul mengungkapkan, dari laporan yang masuk, sebanyak 26 provinsi dan 161 kab/ kota terinfeksi virus AI. Ratusan ribu unggas jadi korban. Pihaknya menduga virus itu menyerang daerah lain namun belum dilaporkan."Yang bersih dari virus tersebut, antara lain Papua, Maluku, dan Manado. Peningkatan kasusnya sepertinya dipicu faktor musim. Kalau musim hujan kan virusnya dapat berkembang dengan baik," paparnya.Virus tersebut dapat menular dari ayam ke manusia. Kasus ini dikenal sebagai flu burung. Namun, hingga kini belum dipastikan apakah virus itu dapat menular dari manusia ke manusia.Secara global, penyebarannya sangat cepat. Di Asia, virus ini telah menginfeksi 10 negara lebih. Demikian juga di Eropa dan Afrika. "Karena itu, kasus ini menjadi permasalahan dunia," imbuhnya.Syamsul mengungkapkan, kesulitan utama dalam memberantas virus AI adalah perpindahan hewan dan manusia. Orang dan hewan yang tertular, sangat mungkin menyebarkan virus ini ke tempat lain. "Dan hal ini sulit dipantau," jelasnya.Hingga kini, pemerintah terus berupaya menanggulangi mewabahnya virus AI dengan cara memberi bantuan berupa mobil, alat suntik, vaksin, dan dana tunai ke daerah-daerah. Pemerintah berjanji mengganti biaya unggas yang dimusnahkan karena terjangkit virus ini. (asy/)


Berita Terkait