28 Rumah di Sumsel Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Prima Syahbana - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 22:38 WIB
28 Rumah di Sumsel Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang (Foto: dok. BPBD Sumsel)
Sebanyak 28 Rumah di Sumsel Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang (Foto: dok. BPBD Sumsel)
Ogan Ilir - Hujan deras disertai angin kencang melanda Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Akibatnya, sebanyak 28 rumah mengalami kerusakan dan 88 KK kehilangan tempat tinggal.

BPBD Sumsel mengatakan peristiwa itu terjadi kemarin malam sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (23/2), tepatnya di Kecamatan Lubuk Keliat. Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda kawasan itu membuat 28 rumah di 3 desa rusak. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu.

"Dari informasi tersebut tim langsung mendatangi lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," kata Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Dari kajian cepat BPBD, diketahui ada tiga desa terdampak bencana tersebut. Ketiga desa tersebut adalah Desa Ulak Kembahang dengan 7 rumah rusak berat dan 1 rumah rusak ringan, Desa Embacang 2 rumah rusak, serta Desa Lubuk Keliat 18 rumah rusak.

"Sekitar 88 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat kejadian itu. Pemerintah setempat dari berbagai instansi tadi siang melakukan kunjungan seperti memberikan bantuan berupa paket sembako, selimut, kelambu dan uang," katanya.

28 Rumah di Sumsel Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang (Foto: dok. BPBD Sumsel)Sebanyak 28 Rumah di Sumsel Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang (Foto: dok. BPBD Sumsel)

Ansori juga menyampaikan ada beberapa kebutuhan yang sangat diperlukan oleh warga terdampak saat ini, seperti sembako, sandang, dan material bangunan untuk perbaikan rumah.

"Bantuan berupa sembako, sandang dan material bangunan sangat diperlukan. Kita juga menemukan kendala karena lokasi terdampak yang sulit dijangkau, berada di daerah rawa serta jarak rumah yang berjauhan," terangnya. (mae/mae)