Viral Video Curhat WNI dari LN, Satgas Jelaskan soal Beda Hasil Tes Corona

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 17:22 WIB
Ketua Subbidang Testing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Budiman Bela
Foto: Budiman Bela (YouTube BNPB)

Pemerintah memperketat prosedur masuk dalam negeri, kata arifin bukanlah tanpa alasan. Upaya itu adalah salah satu penanganan pandemi Corona.

"Apalagi strain virus saat ini kenapa negara memberlakukan isolasi menjadi 5 hari tentunya ini pertimbangan update terkini tentunya itu yang harus diwaspadai. Kenapa nggak sehari aja pulang? Bagaimana kalau sehari kemudian inkubasi kemudian hari ketiga ternyata di positif? Seperti yang disampaikan dokter Budiman tadi. Itu fakta, satu hari positif, besoknya negatif ada," kata dia.

Arifin kemudian menceritakan pengalamannya selama bertugas di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kamayoran. Dia mengatakan ada fenomena bahwa pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, kembali dinyatakan positif.

"Jadi untuk masyarakat pahami juga bahwa seumpama dari negara asal dia diswab negatif dalam perjalanan terpapar bisa juga sampai di Indonesia di hari pertama positif, bisa juga. Kemudian hari besoknya di swab ternyata negatif itu sesuatu yang biasa. Itu yang harus dipahami masyarakat. Bukan berarti tempat swabnya negara luar lebih bagus, negara kita lebih jelek, nggak. Ini ada standar internasionalnya," jelas dia.

Dalam pemaparan itu, turut hadir pihak hotel yang melakukan karantina mandiri kepada WNI dan WNA yang datang dari luar negeri. Director of Sales dan Marketing Wyndham Hotel, Lisa Yunawan pihaknya memang bekerja sama dengan taksi untuk menjemput tamu yang akan melakukan karantina.

"Dalam proses karantina sendiri kami dari pihak hotel harus menjemput tamu di airport memakai kendaraan yang telah disediakan oleh hotel atau menggunakan Golden Bird atau taksi company yang sudah sudah diverikasi oleh pemerintah. Jadi kita 20 hotel di Jakarta ini banyak bekerja sama dengan Golden Bird, jadi tidak boleh dijemput oleh keluarganya, atau dari temannya, jadi semuanya harus diserahkan ke pihak hotel untuk yang menjemput ini," kata Lisa.

Lisa mengatakan bahwa kendaraan yang menjemput tamu mengikuti protokol kesehatan. Dia mengatakan bahwa driver taksi menggunakan APD lengkap.

"Kita ada kerja sama, memang kebanyakan di Jakarta di 20 hotel ini mereka kerja sama dengan Golden Bird, mereka menggunakan APD yang lengkap, jaga jarak dan juga nantinya begitu mereka sudah mengantar tamu yang positif mereka harus kembali ke pool mereka. Mobil juga didisinfektan, didisinfektan itu sebelum dan sesudah, jadi mereka harus mematuhi protokol yang berlaku juga," jelas dia.

Halaman

(lir/imk)