Viral Penangkapan 2 Aktivis Lingkungan di Sumut, Polisi: Kasus Pengeroyokan

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:53 WIB
Ilustrasi tangan diborgol
Ilustrasi borgol. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Medan -

Penangkapan dua aktivis lingkungan di Langkat, Sumatera Utara (Sumut), ramai dibincangkan warganet. Polisi mengatakan penangkapan itu dilakukan karena laporan pada kasus pengeroyokan.

Dilihat detikcom pada Rabu (24/2/2021), pada posting-an itu disebut kedua petani yang merupakan ayah dan anak bernama Samsul Bahri dan Samsir ditahan sejak 10 Februari 2021. Posting-an itu menyebut penangkapan Samsul dan Samsir atas tuduhan yang tidak benar.

"Bantu Samsul Bahri dan Samsir, petani pejuang yang ditahan! Samsul Bahri dan Samsir, bapak dan anak yang tergabung dalam sebuah kelompok tani di Sumatera Utara telah ditahan sejak 10 Februari 2021 dengan tuduhan tidak benar," cuit @amnestyindo.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menjelaskan awal mula penangkapan Samsul dan Samsir. Walhi mengatakan keduanya ditangkap berawal dari keributan dengan perusahaan perkebunan yang ada di wilayah Desa Kwala Serapuh, Langkat.

"Mereka kan sudah sering ada gesekan di antara masyarakat, kelompok tani, yang tergabung dalam kelompok tani Nipah yang mengolah konsesi 242 hektare. Itu mereka konflik dengan salah satu perusahaan atau perkebunan sawit di areal konsesi mereka," kata Direktur Walhi Sumut Doni Latuparissa.

Doni mengatakan puncak keributan itu terjadi pada 18 Desember 2020. Saat terjadi keributan, diduga terjadi pemukulan terhadap oknum dari perusahaan.

"Saat itu kelompok tani sedang melakukan kegiatan di kawasan mereka. Sempat terjadi keributan tapi kita belum melihat apakah terjadi pemukulan seperti yang dituduhkan. Ditangkap tanggal 10. Jadi mereka dituduh melakukan penganiayaan dan pengeroyokan," ucap Doni.

"Mereka masih ditahan, kita sedang melakukan permohonan untuk penangguhan dengan kuasa hukumnya dari LBH Medan," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Pura Iptu Rudi Syahputra membenarkan penangkapan Samsul dan Samsir. Rudi mengatakan keduanya ditangkap atas laporan dugaan penganiayaan. Kasus ini juga sudah dilimpahkan ke Polres Langkat.

"Berdasarkan laporan polisi yg masuk ke kami kasus pengeroyokan. Penangan awal Polsek Tanjung Pura setelah itu berkas perkara dilimpahkan ke polres," jelas Rudi.

(jbr/jbr)