Oknum TNI-Polri Jual Senpi ke KKB Papua, Tb Hasanuddin: Pengkhianat Negara!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 13:08 WIB
Cagub Jabar TB Hasanuddin menjalani syuting Blak-blakan DCandidate detikcom di Jakarta
Tb Hasanuddin (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Sejumlah oknum TNI-Polri diduga terlibat dalam penjualan senjata dan amunisi ke gerakan separatis kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) Tb Hasanuddin menilai tindakan oknum TNI-Polri itu sebagai bentuk pengkhianatan kepada negara.

"Menjual senjata kepada gerombolan bersenjata yang notabene menentang pemerintah atau separatis itu termasuk penghianatan terhadap negara dan layak dihukum seberat-beratnya. Apalagi pelakunya adalah oknum TNI-Polri," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Menurut Tb Hasanuddin, TNI dan Polri memiliki struktur organisasi pengawasan yang cukup lengkap, bahkan para perwira dan komandan merupakan pengawas langsung. Politikus PDIP ini menyebut kasus penjualan senjata ke KKB harus menjadi pembelajaran bagi para pimpinan satuan agar tak lengah.

"Kasus ini, menurut hemat saya, jadi pembelajaran, bahwa para perwira dan komandan ini tak boleh lengah mengawasi anak buahnya agar tak melakukan perbuatan tercela, apalagi menjurus ke tindak pidana," tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Jalur penjualan senjata ke KKB, menurut Tb Hasanuddin, harus segera diredam. Pendataan senjata rampasan pun, menurut Tb Hasanuddin, penting untuk mencegah transaksi jual-beli.

"Selain menjaga ketat perbatasan, harus ada juga pengawasan ketat senjata-senjata lama warisan konflik. Misalnya pascakonflik di Aceh atau Ambon, senjata-senjata yang diserahkan ke petugas keamanan ini juga harus diinventarisasi untuk mencegah diperjualbelikan oleh oknum petugas keamanan," imbuhnya.

Seorang oknum TNI AD, Praka MS, sebelumnya diduga menjual amunisi kepada KKB di Papua. Polisi Militer Kodam XVI/Pattimura masih mendalami kasus penjualan amunisi yang dilakukan anggota Yonif 733/Masariku tersebut.

"Jumlah amunisi yang ada sebanyak 600 itu kita pasti mempersepsikan bahwa tidak mungkin orang ini bermain sendiri, sama dengan juga kita juga mempersepsikan demikian. Tapi sampai saat tadi kita belum bisa mencari informasi setelah datang langsung lakukan pemeriksaan," kata Komandan Polisi Militer Kodam XVI /Pattimura Kolonel CPM Johny Pelupessy di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Selasa (23/2).

Pomdam Pattimura masih mendalami dugaan keterlibatan oknum TNI AD lainnya. Berdasarkan pemeriksaan awal, Johny menjelaskan, Praka MS mengakui mengumpulkan sendiri amunisi tersebut.

"Sampai saat ini, yang bersangkutan mengumpulkan amunisi itu seorang sendiri, tidak melibatkan rekan-rekan yang lain, bagaimana caranya bisa ada 600 (butir amunisi) di satu orang prajurit," ujar Kolonel Johny.

Lihat juga Video: KKB Papua Todong Senpi ke Awak Pesawat, Polisi: Itu Akhir 2020

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/maa)