PKS Minta Vaksinasi COVID di Tanah Abang Dievaluasi

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 08:43 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi Vaksin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemberian vaksinasi COVID-19 untuk pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dihentikan polisi karena menimbulkan kerumunan. Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta ada evaluasi dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut.

"Ya menurut kami kejadian tersebut harus dievaluasi oleh pelaksana. Tentunya harus dengan mekanisme yang sesuai dengan protokol kesehatan," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Yani mengatakan antusiasme pedagang untuk menerima vaksinasi juga harus diimbangi dengan protokol kesehatan yang baik. Para pedagang juga harus diberikan informasi mengenai vaksinasi.

"Vaksinasi bukanlah suntik kebal terhadap virus COVID-19. Ini yang harus diinformasikan dengan cermat ke masyarakat agar tidak terjadi salah tafsir. Bahwa setelah vaksin COVID-19 ini diberikan maka seseorang menjadi kebal terhadap COVID-19, ini adalah pemahaman yang keliru," ucapnya.

"Dengan demikian, masyarakat bisa terinformasikan dengan baik dalam proses vaksinasi dan juga tetap menjalankan protokol kesehatan walaupun sudah mengikuti vaksinasi," sambungnya.

Menurutnya, semua pihak harus tanggung jawab untuk menyukseskan program vaksinasi COVID-19. Tentunya, kata Yani, dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam proses pelaksanaan vaksinasi.

"Kami mengapresiasi pihak kepolisian yang dengan tegas menghentikan kegiatan tersebut karena melihat adanya potensi kerumunan yang justru bisa menimbulkan masalah, terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menghentikan proses vaksinasi virus Corona kepada pedagang di Pasar Tanah Abang. Langkah itu diambil setelah terjadinya kerumunan di lokasi.

"Iya saya hentikan memang. Kami Satgas COVID Kecamatan Tanah Abang menghentikan karena antrean pedagang membeludak sehingga kita hentikan vaksin hari ini. Tidak bisa dibendung lagi dan tidak sesuai prokes (protokol kesehatan)," kata Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan saat dihubungi detikcom, Senin (23/2).

Terpisah, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta panitia mengatur waktu pemberian vaksinasi COVID-19 kepada para pedagang.

"Ke depan kita minta panitia yang menyelenggarakan vaksin di Tanah Abang agar mengatur secara teknis dan detail. Umpamanya, calon penerima vaksin diatur jamnya jangan sekadar dibagikan kupon hari dan tanggal saja. Tapi jam diatur, umpamanya jam 8-9 jam 9 dan seterusnya," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).

Simak juga video 'Kemenkes: Banyak Penerima Vaksinasi Alami Efek Samping Akibat Stres':

[Gambas:Video 20detik]



(man/gbr)