Round-Up

Salah Status Romo Benny di Wawancara Bikin Polemik Mengemuka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 08:18 WIB
Romo Benny Susetyo CNN IndonesiaSafir Makki
Romo Benny Susetyo (kiri) (Foto: Pool)
Jakarta -

Pernyataan Romo Benny Susetyo mengenai banjir di Jakarta ramai di media sosial. Polemik itu mengemuka lantaran salah tulis jabatan Romo Benny saat diwawancara.

Romo Benny angkat suara mengenai wawancara di YouTube RKN Media. Wawancara berjudul 'Kenapa Banjir Masih Ada di Jakarta!!!' itu diunggah pada 21 Februari 2021. Dalam wawancara itu, Romo Benny disebut sebagai perwakilan dari BPIP. Romo Benny pun memberikan klarifikasi.

"Kan saya bukan sebagai staf khusus (Dewan Pembina BPIP), saya sebagai budayawan, saya bicara keadaban banjir, dan banjirnya kan tidak hanya Jakarta, tapi Kalimantan Selatan," ujar Romo Benny saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Di awal wawancara, Romo Benny ditanya mengenai mengapa banjir masih terjadi di Jakarta. Romo Benny kemudian menjelaskan banjir di Jakarta seharusnya bisa diminimalkan dengan adanya teknologi. Romo Benny telah mengizinkan pernyataan dalam YouTube itu untuk dikutip.

"Ini fenomena sebenarnya bahwa kalau kita memprediksi dengan baik cuaca, alam, itu ya alamiah. Tetapi kan kita harus mempersiapkan. Justru dengan hebatnya teknologi, kita itu sudah bisa harusnya memantau curah hujan itu, kemudian mempersiapkan bagaimana sebuah kebijakan yang jelas-terukur. Untuk apa? Untuk mampu misalnya mengatasi banjir ini," kata Romo Benny seperti dilihat, Selasa (23/2/2021).

Penanganan banjir di DKI, menurut Romo Benny, harus dijalankan secara berkelanjutan. Dia menyebut program Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang memberikan dampak baik patut dilanjutkan.

"Lah ini yang nggak ada kontinuitas antara pemerintah daerah sebelumnya dengan sekarang. Misalnya zaman Ahok pengerukan terjadi, pembersihan drainase, kemudian selokan, ada banyak pasukan oranye, pasukan kuning yang siap siaga ketika curah hujan melebihi kapasitas itu air itu bisa mengalir. Lah harusnya dilanjutkan bendungan, bagaimana sebuah... itu kan masalah mendasar... adalah bagaimana kebijakannya tidak pernah kontinu dan tidak pernah kita serius mengatasi banjir ini Jakarta ini," tuturnya.

Butuh keseriusan dalam mengatasi banjir, begitulah usulan dari Romo Benny. Dia kemudian mengkaitkan dengan kemampuan yang diberikan Tuhan dalam mengatasi setiap permasalahan.

"Selama tidak ada keseriusan menghadapi banjir Jakarta ya akan terus terjadi. Wong negeri Belanda saja bisa kok, dia membendung lautan, membendung daratan, akhirnya Belanda bisa ngatasi. Artinya, jangan kita menyalahkan alam, karena curah hujannya tinggi, cuacanya ekstrem, kemudian seolah-olah alam. Padahal manusia diberi keahlian oleh Tuhan Yang Mahakuasa, kemampuan, kemampuan untuk apa? Memprediksi, kemampuan untuk apa? Untuk mampu setiap masalah itu ada cara mengatasinya. Ini yang nggak pernah dilakukan. Nah ini yang nggak ada politic will dalam pengatasan banjir ini," tutur dia.

Tonton video 'Ramai Romo Benny Komentari Banjir Jakarta, RKN Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3