Round-Up

Nakes Kena Jerat Pasal Penista Agama Gegara Mandikan Jenazah Corona

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 07:54 WIB
Virus corona: Cerita tenaga kesehatan di garis depan wabah Covid-19, perawat selalu bersiap untuk yang terburuk, tapi tidak separah ini
Ilustrasi tenaga kesehatan yang ada di garda depan penanganan pasien COVID-19 (Foto: BBC World)
Medan -

Kasus tenaga kesehatan (nakes) pria dijerat pidana gegara kasus memandikan jenazah pasien Corona wanita menjadi sorotan. Lebih-lebih keempat nakes ikut disangkakan pasal penistaan agama.

Sangkaan pasal penistaan agama terhadap keempat nakes pria tersebut baru mencuat saat berkas kasusnya sudah lengkap dan dilimpahkan ke jaksa penuntut umur (JPU) alias P21. Sebelumnya, keempat nakes diketahui hanya disangkakan dengan UU tentang Praktik Kedokteran.

Keempat nakes tersebut bekerja di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut). Kasus ini sudah bergulir sejak September 2020 lalu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, mengatakan, keempat nakes dijerat pasal penistaan agama setelah dilakukan gelar perkara soal kasus yang dilaporkan oleh Fauzi Munthe.

"Hasil gelar perkara di Wasidik Ditkrimum Poldasu disimpulkan perkara yang dilaporkan Fauzi Munthe adalah merupakan peristiwa tindak pidana penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 a KUHP atau tidak memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 jo Pasal 51 UU No 79 tahun 2014 tentang Praktik Kedokteran," sebut Kombes Hadi dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (23/2/2021).

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto, menyampaikan hal senada. Dia mengatakan keluarga pasien wanita Corona juga melaporkan keempat tersangka dengan pasal penistaan agama.

"Korban buat LP penistaan agama," kata AKP Edi saat dikonfirmasi terpisah.

Berkas keempat tersangka sudah lengkap (P21) dan kasusnya segera disidangkan. Namun dia tidak menyebutkan secara detail waktu pelimpahan berkas beserta keempat tersangka itu.

"Sudah P21 dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan," kata AKP Edi.

Diketahui, kasus jenazah pasien Corona wanita diduga dimandikan petugas pria di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar ini bermula ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar memanggil pihak RSUD.

"Iya. Itulah mereka laki-laki. Karena suaminya nggak terima, menyampaikan ke kita, itulah semalam kita panggil rumah sakitnya ke kantor MUI," kata Ketua MUI Kota Pematangsiantar, Muhammad Ali Lubis, Kamis (24/9/2020).

Simak juga video 'IDI Ungkap Insentif Nakes Luar Jakarta Tak Lancar':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan MUI lebih lengkap di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2