Round-Up

Elektabilitas Parpol yang Naik dan Turun di Survei LSI-Litbang Kompas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 06:24 WIB
Ilustrasi partai politik (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Ilustrasi partai politik (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Dua survei terkait elektabilitas partai politik yang dilakukan Litbang Kompas dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) sungguh jauh berbeda hasilnya. Ada beberapa partai yang merosot di survei Litbang Kompas, ada juga yang naik. Bagaimana hasilnya? Simak penjelasan berikut.

Di survei Litbang Kompas yang ditampilkan pada harian Kompas edisi 22 Februari 2021, elektabilitas Partai Golkar tahun 2021 tersisa 3 persenan. Survei Litbang Kompas ini diadakan pada 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,83 persen.

Berikut ini hasil survei elektabilitas parpol versi Litbang Kompas pada Januari 2021:

PDIP: 19,7%
Gerindra: 9,6%
PKB: 5,5%
PKS: 5,4%
Demokrat: 4,6%
Golkar: 3,4%
NasDem: 1,7%
PAN: 0,8%
Perindo: 0,6%
PPP: 0,5%
Berkarya: 0,4%
Hanura: 0,2%
PSI: 0,2%
Garuda: 0,1%
PBB: 0,0%
PKPI: 0,0%
Tidak tahu/rahasia/golput: 47,3%

Sedangkan survel LSI, berikut hasilnya:

Simulasi semiterbuka (menunjukkan 17 daftar partai)
1. PDIP: 24,5 persen
2. Gerindra: 12,6 persen
3. Golkar: 10,0 persen
4. PKB: 9,7 persen
5. PKS: 7,6 persen
6. Demokrat: 5,4 persen
7. NasDem: 3,4 persen
8. PAN: 3,0 persen
9. PPP: 2,4 persen
10. PSI: 1,5 persen
11. Perindo: 1,4 persen
12. Hanura: 0,4 persen
13. Berkarya: 0,3 persen
14. PBB: 0,1 persen
15. Gelora: 0,1 persen
16. PKPI: 0,0 persen
17. Garuda: 0,0 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 17,5%

Hasil survei ini memang bisa berbeda karena faktor waktu pengambilan data yang beda sebulan. Baik LSI maupun Litbang Kompas memakai sampel yang berbeda.

Ada beberapa partai yang merosot elektabilitasnya pada survei Litbang Kompas, yakni Golkar, PAN dan PPP. Bagaimana tanggapan mereka?

Simak juga video 'Silang Pendapat Parpol soal Pilkada, Pilih 2022 atau 2024?':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya

Selanjutnya
Halaman
1 2