Polisi Tembak Mati Pelaku Pencabulan-Penyanderaan Gadis Remaja di Kalsel

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 20:30 WIB
Ilustrasi garis polisi dilarang melintas
Ilustrasi garis polisi. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengambil tindakan tegas terhadap SA, tersangka pencabulan anak di bawah umur di Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel). Tersangka terpaksa ditembak mati karena menolak negosiasi, bahkan menembaki polisi.

Kapolda Kalsel Irjen Rikwanto mengatakan tersangka SA ditindak tegas pada Senin (22/2) pukul 02.20 Wita. Tersangka SA juga menyandera serta membahayakan diri korban.

"Tindakan terukur yang dilakukan petugas ini berawal saat tersangka yang lebih dulu mendatangi ke rumah korban dengan membawa 2 buah senjata api (senpi) rakitan disertai amunisi kaliber 22 mm dan 2 buah senjata tajam dengan melakukan pengancaman kepada korban dan orang tuanya," kata Irjen Rikwanto dalam keterangannya, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa'i mengatakan peristiwa penyanderaan terjadi di rumah korban di Desa Panawakan RT 03, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU. Tersangka menyandera menggunakan senjata tajam sembari memegang dua senjata rakitan.

"Salah satu senjata berjenis pistol dipegang di tangan sebelah kanan dan 1 buah senjata lainnya berjenis laras panjang disandang di depan dada dengan menggunakan tali sandang," kata Kombes Rifa'i.

Melihat tersangka menyandera korban, anggota Satreskrim Polres HSU pun melepaskan tembakan peringatan sebanyak 3 tiga kali dan mencoba bernegosiasi kepada tersangka SA.

Dia mengatakan proses negosiasi Tim Buser dan anggota Polsek Amuntai Utara dengan tersangka berjalan selama sekitar 5 jam. Dalam situasi tersebut, tersangka menodongkan senpi kepada korban.

Tersangka SA juga mengarahkan tembakan kepada petugas kepolisian. Petugas pun mengambil tindakan tegas karena ulah tersangka dinilai membahayakan korban, petugas, dan warga lain.

"Tersangka yang berhasil dilumpuhkan tersebut pun kemudian dibawa ke RSUD Pembalah Batung sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia," kata dia.

Dua buah senpi rakitan beserta amunisi dan dua buah senjata tajam diamankan Satreskrim Polres HSU. Kasus ini bermula dari laporan orang tua korban karena anaknya dibawa lari tersangka.

Tersangka SA juga menyandera dan menikahi korban yang masih di bawah umur tanpa sepengetahuan dan izin orang tuanya.

Saksikan juga 'Polresta Cirebon Tangkap 3 Pemerkosa Anak di Bawah Umur':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/dkp)