BNN Tangkap Kurir Narkoba di Pekanbaru, 499 Gram Sabu Disita

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 18:35 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Foto Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Pekanbaru -

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru kembali menangkap seorang kurir 499 gram sabu berinisial YI. Kepada petugas, YI mengaku diperintah mantan suaminya berinisial TM yang ada di dalam lapas.

"Benar, kami telah mengungkap peredaran sabu di Pekanbaru. Barang bukti ada sabu 499, 64 gram kita amankan dari tersangka bernisial YI," tegas Kepala BNN Pekanbaru Febri Firmanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (23/2/2021).

Terungkapnya kasus itu, kata Febri, setelah pihaknya mendapatkan informasi peredaran barang haram pada Kamis (19/2/2021). Pelaku diketahui wanita dan tinggal di Kecamatan Tanayan Raya, Kota Pekanbaru.

"Mendapatkan informasi itu, kita langsung melakukan penyelidikan di sebuah rumah di Jalan Satria, Tenayan Raya, yang dihuni tersangka YI. Petugas langsung melakukan penggerebekan," katanya.

Dari penggerebekan, petugas mendapatkan barang bukti narkoba jenis sabu disimpan di lemari pakaian. Barang bukti ditemukan sudah dalam paket siap edar total seberat 499,64 gram.

"Pengakuan YI, dia diperintahkan mantan suaminya yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Pekanbaru. Kemudian kita koordinasi dengan lapas dan periksa mantan suaminya, TM," kata Febri.

Hasil pemeriksaan, keduanya mengakui telah menjalin komunikasi mengedarkan narkoba. Namun, tak ditemukan barang bukti handphone sebagai alat komunikasi yang dimaksud.

"Keduanya mengakui ada komunikasi pada 2020 lalu, tetapi tidak kita temukan barang bukti dimaksud (HP). Ini hanya pengakuan, namun kita perlu membuktikan dan sedang dicari sama tim kita," katanya.

Tidak hanya mengaku sebagai pengendali, pria berinisial TM, yang merupakan narapidana kasus narkoba yang ditangkap pada 2018, mengaku mendapat upah Rp 1,5 juta dari orang yang tidak dia kenal.

"TM bilang disuruh dan dapat upah Rp 1,5 juta dibagi dua dengan mantan istrinya, YI. TM dapat Rp 1 juta dan mantan istrinya Rp 500 ribu," kata Febri.

Untuk membongkar peredaran, BNN telah berkoordinasi dengan petugas dari Lapas Kelas II Pekanbaru. Bahkan, beberapa kali narapidana yang divonis 10 tahun itu telah dimintai keterangan.

"Koordinasi kita terus dengan lapas. Lapas juga bantu untuk ungkap ini, karena TM ini juga 2018 lalu kita yang tangkap dan vonis 10 tahun, baru menjalani 2 tahun," katanya.

Simak video '72 Pelaku Narkoba di Bali Dibekuk, 4 di Antaranya WNA':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/isa)