2 Oknum Polisi Jual 2 Senpi ke KKB Papua, 1 Pucuk Dihargai Rp 20 Juta

Muslimin Abbas - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 17:48 WIB
Ratusan senpi Illegal berhasil diamankan Direskrium Polda Metro Jaya, Minggu (15/11/2015). Ratusan senpi dan para tersangka itu diamankan oleh pihak berwajib selama operasi dalam kurun waktu 3 bulan. Terlebih dengan maraknya ancaman dan penembakan pelaku kejahatan di Ibukota yang semakn meresahkan masyarakat. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom)
Ambon -

Dua oknum anggota Polri dari Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease ditangkap setelah menjual senjata ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Keduanya sudah dua kali menjual senjata ke KKB Papua dan 1 senjata dihargai Rp 20 juta.

"Senjata laras panjang ini kami lakukan penyidikan. Kami menemukan senjata ini diperoleh dari salah satu oknum anggota Polri atas nama SHP alias S, di mana senjata ini kemudian dijual kepada Saudara J yang sudah ditangkap di Polres Bintuni," kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Leo Nugraha Simatupang dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Dari hasil pemeriksaan, oknum polisi berinisial S mengaku telah menjual senjata rakitan dengan jenis yang sama sebanyak dua kali. Penjualan senjata kepada J merupakan pemasokan senjata kepada KKB Papua.

"Ternyata yang bersangkutan sudah menjual senjata dengan jenis yang sama kepada J, jadi sudah dua kali," ujar Kombes Leo.

Senjata rakitan itu dibeli oleh S dari seorang warga dengan harga Rp 6 juta. Selanjutnya, S menjual senjata tersebut kepada KKB Papua dengan harga Rp 20 juta.

"Motif dari tersangka itu adalah mendapatkan keuntungan. Dia membeli senjata ini dari masyarakat, karena ini rakitan seharga Rp 6 juta kemudian dijual kembali Rp 20 juta kepada J," tuturnya.

Sementara itu, senjata jenis revolver yang dimiliki tersangka J yang ditangkap di Bintuni diketahui berasal dari oknum polisi inisial MRA, yang juga bertugas di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Tapi polisi masih mendalami kepemilikan senjata tersebut oleh MRA.

Dua oknum polisi dan empat warga sipil masih ditahan untuk dimintai keterangan.

"Penahanan terhadap 6 orang, 2 anggota Polri, 4 warga sipil. M dari SHP ini oknum anggota (Polri), kemudian FN warga sipil, kemudian Saudara RM warga sipil, kemudian Saudara MRA oknum anggota Polri, kemudian Saudara AM ini sipil kemudian Saudara AT sipil. Saat ini kami amankan di rutan Polres Ambon," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>

Saksikan juga 'Kapolda Jelaskan Kompleksitas Kehadiran KKB di Tanah Papua':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2