ACT Luncurkan Gerakan Sedekah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:20 WIB
ACT
Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom
Gunung Putri -

Sudah setahun berlalu sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, namun, hingga kini belum kunjung berakhir. Pemutusan kontrak kerja atau PHK terjadi di mana-mana. Sektor usaha pun belum sepenuhnya pulih. Melihat hal tersebut, yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ikut bergerak dengan meluncurkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional.

Presiden ACT Ibnu Khadjar mengatakan, program ini bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pangan, sekaligus mendorong ketahanan pangan nasional di masa pandemi.

"Mereka tidak menuntut ada rumah, kendaraan. Yang mereka tuntut cuma satu, kebutuhan pangan mereka dibantu dipenuhi. Maka ACT sebagai lembaga civil society kami ingin berkontribusi. Bantuan logistik pangan kami akan terus antarkan," ujar Ibnu dalam acara Peluncuran Gerakan Sedekah Pangan Nasional, di Gunung Putri, Bogor, pada Selasa (23/2/2021).

Diungkapkan Ibnu, saat ini pihaknya telah menyiapkan Wakaf Distribution Center (WDC) yang tersebar di sejumlah daerah, seperti di Gunung Putri, Gunung Sindur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lainnya. Adapun WDC yang berlokasi di Gunung Putri akan menjadi gudang utama dengan fokus distribusi ke area Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten.

"Gerakan Sedekah Pangan Nasional ini akan kita gaungkan. Di semua provinsi diaktivasi WDC," terangnya.

"Kita bersyukur 100 kantor cabang ACT sudah mengaktivasi WDC skala kecil untuk distribusi pada level kota/kabupaten," tambahnya.

ACTACT Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom

Di samping itu, dirinya menjelaskan ACT juga menyiagakan relawan, humanity bikers, hingga puluhan armada yang siap mengantarkan kebutuhan pangan ke masyarakat secara cepat, dalam waktu kurang dari tiga jam.

"24 jam relawan disiagakan. Karena makan tidak bisa menunggu besok pagi. Jam 10 malam menelepon kita, nggak bisa menunggu habis subuh baru diantarkan," tuturnya.

Lebih lanjut Ibnu merinci armada yang akan diberangkatkan meliputi food truck, rice truck, dan water truck. Sebanyak 25 food truck akan bergerak, di mana setiap food truck mampu mengirimkan makanan siap saji kepada 1 juta penerima manfaat.

Adapun rice truck akan mengantarkan beras, dan water truck akan mengirimkan air minum wakaf gratis bagi yang membutuhkan. Ia mengatakan, tahun ini ACT telah menargetkan sebanyak 10 hingga 25 juta karton akan didistribusikan.

Di sisi lain, Head of WDC Pungki M Kusuma memaparkan terkait sistem pendistribusian pangan, yang meliputi dua tahap. Tahap pertama ACT akan mendata secara rinci penerima manfaat lewat jaringan cabang yang tersebut di berbagai daerah. Selanjutnya, data akan diverifikasi sesuai dengan prasyarat sebelum pangan bisa didistribusikan.

Sementara cara kedua, yakni melalui humanity careline. Masyarakat dapat menghubungi layanan telepon bebas pulsa di 0800 1165 228. Kemudian, pihak ACT akan mendata kembali dan segera mendistribusikan pangan lewat unit distribusi di masing-masing daerah.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP) Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin. Ahyudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bergerak membantu sesama dengan bersedekah dan berwakaf, terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

"Pandemi sekalipun kesempatan besar untuk bergerak. Pandemi itu hikmahnya untuk bergerak, tidak untuk diam. Bagaimana hati ini bergerak, pikiran ini bergerak, nurani ini bergerak. Perasaan ini bergerak, lalu kemudian tidak akan bisa di bending lagi bagaimana tangan dan kaki ini bergerak, " pungkasnya.

(ega/ega)