Cara ACT Selamatkan Petani Ubi yang Merana Akibat Harga Anjlok

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 14:46 WIB
petani ubi
Foto: ACT
Jakarta -

Sebagian ubi jalar hasil panen milik Sumarto (47), mulai membusuk. Buah jerih payah petani Desa Candiwatu selama lima bulan itu pun jatuh harga, terjun bebas dari Rp 1.000 - Rp 1.500 menjadi hanya Rp 200 per kg. Padahal, dari menggarap lahan ubi seluas 5.200 meter persegi itu Sumarto menafkahi istri dan kedua anaknya. Rupiah yang ia gunakan untuk menanam pun tak balik modal.

"Tujuh juta (rupiah) itu pinjam, Mas, sekarang karena harganya anjlok, tidak balik modal. Sebagian tanah pun saya menyewa," ceritanya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/2/2021).

Mengeluh pun Sumarto tak bisa. Hasil panen sementara ini, ia biarkan begitu saja. Ia berharap, harga ubi segera naik.

"Saya hitung sekitar 7 ton panen ubi ini, kalau saya jual semuanya laku Rp 1,5 juta. Untuk beli beras saja tidak cukup buat makan sekeluarga selama empat bulan, apalagi saya harus bayar utang," ucapnya.

Selain Sumarto, Masrukan punya cerita yang tidak jauh berbeda. Petani ketela dari Desa Wonokoyo Candiwatu mengaku rugi meski dari modal sendiri. Dengan luas lahan 2.600 meter persegi, ia hanya dapat ketela lima ton dengan harga jual yang juga Rp 200 per kg.

"Modal saya Rp 6 juta, sekarang ya merugi Rp 5 juta sekali tanam. Semoga ada hasil lebih baik," katanya.

Melihat hal ini, Aksi Cepat Tanggap pun berusaha untuk membangun ketahanan pangan Indonesia juga memberdayakan peran petani Indonesia dengan sedekah untuk para petani Ubi. Hasil tanam berbentuk ubi akan dibeli oleh Aksi Cepat Tanggap dengan harga baik, sehingga dana tersebut dapat dipakai oleh para petani ubi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Hasil dari Ubi yang sudah dibeli pun akan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan untuk menghidupi para santri dan para pengajar di daerah sekitar agar keberkahan semakin mengalir. Untuk ikut bersedekah membantu petani ubi, dapat dilakukan melalui https://indonesiadermawan.id/SelamatkanPetaniUbi.



Simak Video "Viral Aksi Petani Hancurkan Semangka dan Blewah, Ternyata Gagal Panen!"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)