Elektabilitas Jeblok di Litbang Kompas, PPP: Bukan Cerminan 2024

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 13:45 WIB
Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi
Achmad Baidowi (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Elektabilitas sejumlah partai politik (parpol), termasuk PPP, menurun dalam hasil survei Litbang Kompas. PPP menilai hasil survei tersebut bukan cerminan Pemilu 2024.

"Belum menjadi cerminan Pemilu 2024. Karena tiga tahun ke depan itu pasti ada dinamika di masyarakat," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Menurut Awiek, dinamika politik ke depan masih akan terus berkembang. Survei Litbang Kompas, dikatakannya, tidak benar-benar mencerminkan kondisi politik di lapangan.

"Survei juga hanya menangkap persepsi publik saat ini saja, dan tidak mencerminkan kondisi riil politik di lapangan," ujarnya.

"Dinamika politik ke depan akan terus berlangsung," imbuhnya.

Awiek pun menganggap hasil survei Litbang Kompas sebagai hal yang biasa. Namun ia mengatakan PPP akan tetap menjadikan hasil survei Litbang Kompas sebagai bahan evaluasi partai.

"Ya biasa saja survei selalu seperti itu. Bahkan (PPP) selalu diprediksi tak lolos PT, tapi nyatanya PPP selalu lolos ke parlemen. Meski demikian, setiap hasil survei kita jadikan bahan untuk evaluasi untuk antisipasi langkah ke depan," kata Awiek.

Sebagai informasi, Litbang Kompas telah merilis survei pada awal 2021 yang menunjukkan dinamika elektabilitas partai politik terbaru. Sejumlah parpol tercatat mengalami penurunan elektabilitas, termasuk PPP.

Berikut hasil survei Litbang Kompas terhadap PPP, pada Januari 2021, dibandingkan dengan hasil pemilu 2019; survei Oktober 2019; dan Agustus 2020:

PPP
Pemilu 2019: 4,52%
Oktober 2019: 1,2%
Agustus 2020: 1,1%
Januari 2021: 0,5%

(hel/gbr)