KSAL Sesali Mundurnya Thailand dari Selat Malaka
Kamis, 16 Feb 2006 13:17 WIB
Jakarta - KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto menyayangkan mundurnya Thailand dari kerjasama pengamanan Selat Malaka. Selain Thailand, pengamanan selat itu dilakukan Indonesia, Malaysia dan Singapura.KSAL mengungkapkan hal itu usai acara serah terima jabatan Panglima Komando Armada Barat dari Laksamana Muda TNI Tedjo Edhy Purdijatno kepada Laksamana Muda TNI Moekhlas Sidik di Mako Armabar, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Kamis (16/2/2006)."Saya kira itu adalah hak mereka karena itu merupakan kebijaksanaan pemerintah Thailand. Jadi kita tidak bisa memaksa," katanya.Namun KSAL mengaku tidak tahu-menahu alasan mundurnya Thailand. "Itu komunikasinya di tingkat atas," kata dia.Mengenai peluang negara lain yang ingin ikut mengamankan Selat Malaka, KSAL mengatakan, hal itu terbuka luas. Tapi yang terpenting dari itu semua adalah Indonesia tetap komitmen dengan pengamanan selat tersebut."Itu wilayah kita. Pemantau itu ada kalau nanti ada signifikansinya. Untuk negara-negara lain mungkin dia bisa join ke kita," katanya.Namun kejahatan-kejahatan yang terjadi di Selat Malaka sebagian besar merupakan tanggung jawab Indonesia dan Malaysia, karena sebagian besar garis pantai sepanjang 400 km merupakan wilayah kedua negara.
(umi/)










































