4 Daerah di Jateng Rawan Flu Burung
Kamis, 16 Feb 2006 00:24 WIB
Semarang - Flu burung masih menebar ancaman di Jawa Tengah (Jateng). Empat daerah dikategorikan rawan. Peternak dan masyarakat setempat diminta waspada.Kepala Dinas Peternakan Jateng Kusumaningsih menyatakan, berdasarkan data per Januari 2006 empat daerah rawan tersebut adalah Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali. Di daerah tersebut, resiko kematian unggas sangat tinggi."Meski demikian, berdasar penelitian Balai Besar Veteriner Yogyakarta, tidak semua kasus kematian unggas di Jateng akibat dari virus AI," katanya ketika dihubungi melalui telpon, Rabu (15/2/2006).Kusumaningsih meminta peternak dan masyarakat berhati-hati. Pasalnya, virus flu burung belum mati dan masih mungkin menyerang lagi. Apalagi dalam beberapa banyak kasus, virus tersebut menyerang manusia.Pada Januari 2006, sebanyak 161.640 ekor burung puyuh terjangkiti penyakit. Sebanyak 7.680 ekor diantaranya diteliti Balai besar Veteriner dan 151 ribu ekor di antaranya sudah dipastikan terkena virus AI .Di Karanganyar, sebanyak 93.300 ekor burung puyuh mati karena virus AI. Virus mematikan itu juga menjangkiti 930 ayam buras dan 310 ekor itik ."Di Klaten, 400 ayam peternak mati karena AI dan disusul 15.000 burung puyuh. Sedangkan 780 ekor burung puyuh masih diuji di Balai besar Veteriner Yogya," lanjutnya.Semantara di Boyolali, burung puyuh yang mati akibat AI tercatat sebanyak 34.900 ekor dan 2.600 ekor karena kasus coccibiosis. Namun yang dilaporkan mati karena AI hanya 8.400 ekor. "Di Grobogan, 48 ekor ayam buras mati dan diduga terserang virus AI," tandas Kusumaningsih.
(fay/)











































