Kampung Tangguh Jaya di Cikarang Sukses Bikin 'Tukar Sampah dengan Masker'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 20:45 WIB
Warga RW 05 Telaga Murni Cikarang Barat tukar sampah dengan masker
Warga menukar sampah dengan masker. (Dok. Pengurus Kampung Tangguh RW 05 Telaga Murni Cikarang Barat)
Bekasi -

Di masa pandemi COVID-19 ini, masker menjadi kebutuhan yang menemani aktivitas sehari-hari warga. Aturan wajib mengenakan masker ini mau tak mau mengharuskan warga menyisihkan uangnya. Warga Kampung Tangguh Jaya di Cikarang, membuat inovasi kreatif.

Sebuah rukun warga (RW) di Telaga Murni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memiliki pengurus lingkungan yang peduli akan kegelisahan warganya terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki masker. Pengurus RW tersebut akhirnya mencetuskan ide menukar sampah rumah tangga dengan masker.

"Tatkala masker menjadi kebutuhan, mau nggak mau mesti keluar anggaran kan. Itulah kami luncurkan program (tukar sampah dengan masker) itu untuk meringankan beban dari masyarakatlah. Sudahlah kena pandemi, semua terbatas, kita mudahkanlah dengan program ini," kata Ketua Kampung Tangguh Jaya RT 05 Telaga Murni, Cikarang Barat, Rohdian, kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

"Ide itu sendiri pertama bahwa dengan adanya pandemi ini. 3M bukan lagi imbauan, tapi sesuatu hal yang harus dilaksanakan. Konsekuensinya, mau tidak mau, sadar tidak sadar, warga jadi terbebani," sambung Rohdian.

Dia menggambarkan beban warga soal masker. Misalnya dalam 1 hari, 1 orang menghabiskan 2 sampai 3 masker untuk beraktivitas di luar rumah. "Nah kalau anaknya 3 sampai 4, kan jadi harus ada anggaran lebih yang dikeluarkan mereka. Sementara pandemi seperti ini pasti semua serba terbatas," ucap Rohdian.

Rohdian menceritakan warga di RW 05 Telaga Murni, Cikarang Barat, memang beberapa tahun lalu sudah bergotong royong memberdayakan diri dengan ekonomi berbasis kreativitas, dalam hal ini mengelola sampah rumah tangga.

"Di wilayah kami itu prinsipnya pemberdayaan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat. Jadi bagaimana masyarakat mendapat rupiah dengan 'zero modal'. Nah caranya bagaimana? Ya kita kelola sampah yang ada di rumah kita," tutur Rohdian.

"Untuk menjadi tangguh itu serangkaian perjalanan panjang. Kami reborn, reborn, dan reborn. 2015 Saya sudah berbicara soal kepedulian pengelolaan lingkungan dan pemberdayaannya," ujar dia.

Mengapa Rohdian bersikap demikian? Karena tempat tinggal mereka merupakan perumahan yang menurutnya sangat sederhana dan pengelolaan lingkungannya sudah ditinggal pengembang. Sehingga, Rohdian berpikir mereka harus mandiri untuk membenahi infrastruktur di lingkungannya.

"Perumahan kami ini perumahan sangat sederhana yang sudah ditinggal pengembangnya. Jadi saya mencoba memperbaiki infrastruktur selama 3 tahun. Saya keluarkan gagasan untuk membentuk kelompok swadaya masyarakat biar siapapun pengurus lingkungan, orang-orang yang peduli lingkungan ada wadahnya. Terbentuklah Mapela TM 05, Masyarakat Peduli Lingkungan Asri Telaga Murni RW 05," cerita Rohdian.

Simak penjelasan Rohdian tentang komunikasi intens dengan polisi untuk mewujudkan Kampung Tangguh Jaya.

Saksikan juga 'Jokowi ke Wali Kota: Jangan Cuma Suruh Pakai Masker, tapi Bagikan!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2