Gedung Sekolah di Jaksel Diwacanakan Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 17:05 WIB
Kapolres Jaksel Kombes Azis Andriansyah
Kapolres Jaksel Kombes Azis Andriansyah (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Gedung sekolah di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) diwacanakan menjadi tempat isolasi mandiri pasien positif COVID-19. Wacana itu muncul dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jaksel.

"Itu sedang proses wacana karena saat ini ada hotel yang sudah dipakai, ada apartemen yang sudah dipakai untuk menambah ketersediaan tempat tidur untuk perawatan," ucap Kapolres Jaksel Kombes Azis Andriansyah setelah mengikuti rapat itu di kantor Wali Kota Jaksel, Jalan Prapanca Raya, Selasa (16/2/2021).

Turut hadir dalam rapat itu Plt Wali Kota Jaksel Isnawa Adji dan Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jaksel M Helmi. Para camat di wilayah Jaksel juga turut mengikuti rapat itu.

Azis lantas mengatakan wacana penggunaan gedung sekolah itu lantaran saat ini masih belum diterapkan sekolah tatap muka. Dengan begitu, menurutnya, ada sejumlah sekolah yang kosong.

"Nah kebetulan saat ini ada beberapa sekolah yang sedang tak digunakan. Sekali lagi masih wacana ya, belum ya (direalisasikan)," kata Azis.

Di sisi lain, Azis menyebut adanya program dari Polda Metro Jaya yaitu Kampung Tangguh Jaya sebagai lokasi isolasi mandiri pasien positif COVID-19. Namun, menurutnya, wacana gedung sekolah sebagai tempat isolasi mandiri itu bisa menjadi opsi.

"Kita kan di Polda Metro Jaya ada kampung tangguh jaya. Salah satu elemen dalam kampung tangguh jaya itu ada satu tempat isolasi. Tapi ada satu lingkungan yang mungkin menemukan tempat isolasi sulit. Nah, itu sekolah bisa menjadi pilihan di lokasi yang terdekat," jelas Azis.

Dalam rapat itu, disebut Azis, turut dibahas mengenai pelatihan tracing dan treatment. Pihak RT-RW nantinya akan melakukan hal itu.

"Belum nanti (testing), paling ke arah tracing-nya bukan ke arah testing. Tracing-nya itu membantu, sudah jalan, kalau itu yang tracing treatment itu sebenarnya sudah jalan. Tracing misal ada satu keluarga, RT RW-nya nanyain selama tiga hari terakhir atau selama 3x24 jam atau 72 jam terakhir, berinteraksi dengan siapa, dicatat," ujarnya.

Simak Video: Jabar Perbanyak Tempat Isolasi Covid, Warga Luar Provinsi Dipersilakan

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)