Fredy Kusnadi 'Mafia Tanah' Akan Ajukan Praperadilan, Ini Kata Polisi

Rahmat Fathan - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 17:11 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Tonin Tachta Singarimbun berencana mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka hingga penahanan kliennya, Fredy Kusnadi di kasus mafia tanah. Lalu bagaimana tanggapan polisi soal rencana praperadilan itu?

"Penahanan itu sebenernya merupakan hak dan kewenangan penyidik. Itu aja. Tapi kalau misalnya katanya mau mengajukan praperadilan ya nggak apa-apa," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Senin (22/2/2021).

"Ya nggak apa-apa, itu mah haknya pengacara," sambung Tubagus.

Tubagus menegaskan proses penangkapan hingga penahanan Fredy Kusnadi sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Penetapan tersangka, terus penangkapan, dan penahanan sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur," ucap Tubagus.

Dia menjelaskan, alat-alat bukti yang diperoleh penyidik juga telah cukup menjadi dasar penahanan. Selain itu, ancaman hukuman terhadap Fredy Kusnadi juga dimungkinkan untuk dilakukan penahanan.

"Alat buktinya cukup, terus pasal yang disangkakannya, begitu juga ancaman hukumannya bisa untuk ditahan. Memungkinkan alasan objektif maupun alasan subjektifnya kita putuskan untuk dilakukan penahanan," ucap Tubagus.

"Terus dari pihaknya tidak puas ya wajar-wajar saja sih ketidakpuasan itu. Tapi intinya sih penyidik telah melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan," lanjutnya lagi.

Untuk diketahui, Fredy Kusnadi yang disebut Dino Patti Djalal sebagai dalang mafia tanah ditangkap di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (19/2) dini hari lalu. Usai ditangkap, Fredy Kusnadi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mafia tanah.

Sejak Jumat siang, Fredy Kusnadi mulai diperiksa di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan selesai pada malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB.

Sebelumnya, pengacara Fredy Kusnadi, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan pihaknya akan mengajukan praperadilan. Pengacara menilai proses penetapan tersangka hingga penahanan Fredy Kusnadi tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Akan diajukan 4 (poin) praperadilan hari Senin sekaligus, habis upaya apa lagi yang bisa saya buat?" kata Tonin, saat dihubungi detikcom, Jumat (19/2/2021).

Empat poin yang akan digugat Fredy Kusnadi lewat praperadilan yakni masalah penangkapan hingga penahanan.

Dihubungi kembali pada Senin (22/2), Tonin mengaku gugatan praperadilan belum diajukan. Ia berencana mengajukan permohonan praperadilan pada Selasa (23/2) besok.

"Besok lah saya ajukan, hari ini belum," kata Tonin saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

(mea/mea)